Ayah yang Dituduh Cabuli 3 Anaknya Laporkan mantan Istri

Heldi Satria
- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 17:45 WIB
Terlapor kasus pencabulan terhadap tiga anak di Lutim melapor ke SPKT Polda Sulsel.
Terlapor kasus pencabulan terhadap tiga anak di Lutim melapor ke SPKT Polda Sulsel.


HARIANHALUAN.COM - Ayah yang dituduh mencabuli tiga anak kandungnya di Kabupaten Luwu Timur berinisial SA, resmi melaporkan mantan istrinya dan juga penulis website Projectmultatuli.org ke Polda Sulsel. SA melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulsel bersama penasihat hukumnya, Sabtu (16/10).

Penasihat Hukum SA, Agus Melas mengatakan, pengaduan terhadap mantan istri kliennya dan juga penulis projectmultatuli.org demi membela hak. Apalagi, kasus dugaan pencabulan terhadap tiga anak viral di media sosial (medsos).

"Pengaduan hari ini untuk kepentingan klien kami yang membela hak-haknya. Selama ini diviralkan yang mengatakan bahwa inilah pelakunya, padahal laporan pada diri klien kami itu sudah selesai di tingkat penyelidikan Polres Luwu Timur," ujarnya kepada wartawan di Mapolda Sulsel.

Agus mengatakan, akibat mencuatnya kembali kasus tersebut, keluarga klien terganggu dan terbebani. Untuk itu, pelaporan yang dilakukan pihaknya di Polda Sulsel untuk mencari keadilan bagi kliennya.

"Keluarga besar klien kami terganggu, sehingga kami melaporkan untuk mencari keadilan di Polda Sulsel," tegasnya.

Dia membantah melaporkan media yang memuat berita tentang kasus dugaan pencabulan dilakukan kliennya kepada tiga anak kandungnya. Agus menegaskan, pihaknya hanya melaporkan mantan istri kliennya dan juga penulis laporan di Projectmultatuli.org yang viral di medsos.

"Bukan media, tapi salah satu website yang di dalam ada tulisnya mengurai seolah-olah bahwa tindak pidana pencabulan itu terjadi. Namun, tidak dilakukan proses sesuai prosedur menurut tulisan itu," bebernya.

Dia menjelaskan, pihaknya melaporkan mantan istrinya dan juga website projectmultatuli.org soal pencemaran nama baik. Dalam pelaporan tersebut, kata Agus, pihaknya menyertakan bukti berupa print out medsos terkait dugaan pencemaran nama baik kepada kliennya.

"Salah satu instagram, Facebook, dan website yang sudah kami print out. Kami tetap meminta perkembangan dan bukti lain," ucapnya.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Merdeka.com

Tags

Terkini

Waspada! Gunung Semeru Erupsi Lagi, Durasi 480 Detik

Senin, 6 Desember 2021 | 14:45 WIB
X