Pemulihan Pascabencana Lampung Selatan, BNPB-Unila Tanam Terumbu Karang dan Pohon

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:15 WIB
BNPB Kerja sama dengan Unila Tanam Terumbu Karang dan Pohon untuk Mitigasi Berbasis Ekosistem (Foto: dok BNPB)
BNPB Kerja sama dengan Unila Tanam Terumbu Karang dan Pohon untuk Mitigasi Berbasis Ekosistem (Foto: dok BNPB)

 

LAMPUNG SELATAN, HARIANHALUAN.COM – Akhir Desember 2018 lalu longsoran lereng dalam laut akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau memicu tsunami. Gelombang laut menghantam beberapa kawasan, salah satunya wilayah Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Tsunami di kawasan tersebut berdampak pada kerusakan ekosistem pesisir dan laut. BNPB melalui Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumbar Daya Alam (PPSESDA) bekerja sama dengan Universitas Lampung (Unila) melakukan pendampingan pemulihan dan peningkatan rehabilitasi ekosistem terumbu karang dan ekosistem pantai pascabencana. Kegian ini melibatkan kelompok masyarakat setempat, khususnya Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa.

Desa tersebut merupakan wilayah yang terdampak tsunami akibat aktivitas vulkanik gunung api di Selat Sunda.

Saat berkunjung ke Desa Kunjir, Direktur PPSESDA Dra. Andi Eviana M.Si. menyampaikan kegiatan penanaman terumbu karang dan pohon penahan tsunami ini perlu dilakukan untuk menahan laju kerusakan yang lebih luas.

“Program pemulihan dan peningkatan rehabilitasi ekosistem terumbu karang dan ekosistem pantai pascabencana tsunami perlu dilakukan secara berkesinambungan sebagai upaya mengembalikan kelestarian pesisir dalam menahan laju perusakan baik kerusakan ekosistem hayati dan non hayati,” kata Eviana, dalam siaran pers BNPB yang diterima harianhaluan.com, Minggu (17/10/2021).

BNPB berharap pola pendampingan dari tim pelaksana Unila dapat menjadi proyek percontohan. Di samping itu, ini dapat menjadi pemicu untuk organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak terkait lain untuk dapat melanjutkan program tersebut.

Terumbu Karang yang direhabilitasi ke depannya bisa dimanfaatkan masyarakat setempat, salah satunya untuk menarik wisatawan. Sedangkan penamaman tanaman peredam tsunami berupa ketapang dan kelapa, ini sebagai upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berbasis pengurangan risiko bencana

“Harapan dari kami adalah model pemulihan kerusakan ekosistem terumbu karang dengan melakukan rehabilitasi terumbu karang dan pemulihan kerusakan ekosistem pantai dengan penanaman tanaman penahan tsunami yang berbasis masyarakat,” ujarnya.

BNPB memberikan dukungan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bina Remaja Desa Kunjir berupa 125 buah bibit pohon ketapang, 75 buah bibit pohon kelapa, 150 Blok beton dan modul transplantasi terumbu karang, 1 unit rakit untuk monitoring dan perawatan terumbu karang.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Rilis

Tags

Terkini

Pulihkan Lokasi Bekas Tambang, Jokowi Tanam Pohon

Rabu, 8 Desember 2021 | 19:51 WIB

Jokowi Resmikan Bandara Tebelian di Sintang

Rabu, 8 Desember 2021 | 15:15 WIB

Farid Okbah Resmi Ditahan Polisi 120 Hari ke Depan

Rabu, 8 Desember 2021 | 12:15 WIB

Diungkap, Begini Hasil Tes Kejiwaan Siskaeee

Rabu, 8 Desember 2021 | 11:30 WIB

Astra Buka Lowongan Kerja Lulusan S1, Ayo Daftar

Rabu, 8 Desember 2021 | 09:55 WIB

Bansos Tunai Cair Lagi, Jumlahnya Sampai Rp3 Juta

Rabu, 8 Desember 2021 | 09:45 WIB

KSAD Temui Menko Polhukam Bahas Pengamanan Papua

Rabu, 8 Desember 2021 | 08:55 WIB
X