Kiki Syahnakri: Presiden Itu Punya Karakter Unggul dan tidak Omong Doang

- Senin, 18 Oktober 2021 | 17:41 WIB
FGD bertema "MPR sebagai Lembaga Perwakilan Inklusif" di Media Center, Komplek Partmen Senayan, Jakarta, Senin (18/10/2021).
FGD bertema "MPR sebagai Lembaga Perwakilan Inklusif" di Media Center, Komplek Partmen Senayan, Jakarta, Senin (18/10/2021).

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Letjen (Purn) Kiki Syahnakri menilai bahwa sampai saat ini Indonesia belum saatnya melakukan pemilihan presiden secara langsung.

Alasanya, selain rakyat Indonesia yang sekarang ini berjumlah 270 juta orang lebih, juga kebhinekaan yang sangat luas secara demografis Indonesia ini. Ras etnik, agama bahasa dan lainnya yang sangat luas multidimensi.

"Untuk  memimpin rakyat Indonesia dibutuhkan seorang pemimpin yang berkarakter unggul, berkarakter mulia, Pancasilis, berkompetensi tinggi dia harus teladan. Tidak omong kosong, tidak omong doang," kata Kiki dalam FGD bertema "MPR sebagai Lembaga Perwakilan Inklusif" di Media Center, Komplek Partmen Senayan, Jakarta, Senin (18/10/2021).

Baca Juga: SMA Negeri 1 Lengayang Ciptakan Aplikasi Pemilah Sampah

FGD diselenggarakan MPR yang diawali penyampaian kaynote spech oleh Ketua MPR Bambang Soesyatyo (Bamsoet). Pembicara lainnya Diani Sadiawati (Staf Ahli Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Hubungan Kelembagaan) dan Moch.Nurhasim (Asosiasi Ilmu Poliik Indonesia).    

Mantan Wakasad itu menegaskan, presiden harus dipilih dengan prinsip-prinsip meritocracy. Karena itu pula proses pemilihan presiden tidak diserahkan kepada mekanisme pasar alat demokrasi liberal, tetapi harus diserahkan kepada orang yang mengerti tentang meritocracy dan mengerti tentang syarat-syarat seorang presiden.

Dia mengilustrasi pemelihan Presiden China misalnya. Negara Tirai Bambu tersebut menjaring calon pemimpinnyadari usia dini. Xi Jinping dicalonkan sejak usia 12 tahun, dididik dan seterusnya dan terpilih dari sekian kader dan sekarang dia menjadi pemimpin yang kuat tangguh.

Di Amerika pun begitu.Hanya ada dua partai politik, tapi fungsi partai politik untuk melakukan kaderisasi dijalankan dengan baik. Dia mencontohkan Kenedy yangletnan satu keluar dari militer dan terjun ke politik.

"Kenedy dikaderkan tidak ujug-ujug, tidak mayor mau jadi presiden. Dia di kantorkan dulu sampai menjadi senator. Jadi saya kira kaderisasi ini sangat bagus, kecuali Donald Trump saya kira kecelakaan. Saya kira itu filosofinya, mengapa presiden dipilih MPR. Saya menterjemahkan saja apa yang dipikirkan oleh founding father dahulu," kata Kiki.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

PLN Siap Bangun Pembangkit EBT 10,6 GW Hingga 2025

Sabtu, 4 Desember 2021 | 18:20 WIB

Jokowi Minta Polri Turut Kawal Realisasi Investasi

Jumat, 3 Desember 2021 | 19:05 WIB

Jokowi Tinjau Terminal BBM di Bali

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:43 WIB
X