Pasca Megawati Dilantik jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN, PKS: Jalan Inovasi Semakin Terjal

- Senin, 18 Oktober 2021 | 19:00 WIB
Wakil Ketua FPKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan Mulyanto
Wakil Ketua FPKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan Mulyanto

Penggabungan Kemenristek, LPNK dan badan litbang kementerian teknis ini bukan pekerjaan yang ringan, khususnya dalam mengatur susunan organisasi, dan tata kerja lembaga serta membangun budaya kerja.  Terbukti saat Kemenristek digabung dengan Dirjen Dikti, yang akhirnya tidak bertahan lama.

Tugas pokok dan fungsi lembaga membengkak dan campur-aduk, mulai dari fungsi perumusan, penetapan sampai fungsi pelaksanaan kebijakan.

Padahal lazimnya fungsi perumusan dan pelaksanaan kebijakan disusun dalam lembaga yang terpisah. Agar jelas terbedakan antara tanggungjawab regulator dan doers (pelaksana).

“Yang ada sekarang ini sudah melanggar fatsun kelembagaan,” ujar Mulyanto.

Sejalan dengan dua kendala tadi, Mulyanto melihat BRIN akan mengalami kerumitan dalam aspek pelaksanaan.
Contohnya penggabungan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

"Mungkin para pembisik presiden menganggap bahwa BATAN dan LAPAN ini lembaga penelitian biasa, sehingga dapat digabung begitu saja ke dalam BRIN," katanya.

Dia menegaskan, BATAN dan LAPAN bukan sekedar lembaga penelitian. Memang mereka menjalankan fungsi penelitian di bidang ketenaganukliran dan bidang keantariksaan. Tapi secara umum, BATAN dan LAPAN adalah LPNK yang mengemban amanah strategis khusus.

"BATAN bertugas menyelenggarakan ketenaganukliran. Sementara LAPAN bertugas menyelenggarakan keantariksaan dan penerbangan. Jadi, tugas kedua lembaga ini luas. Salah satu fungsinya saja melaksanakan penelitian,” ujar ahli nuklir itu.

Menurut Mulyanto, penggabungan kedua lembaga besar ini akan mendatangkan masalah di kemudian hari. Sebab lingkup pekerjaan BATAN dan LAPAN ini sangat rumit. Lembaga ini tidak berdiri sendiri melainkan harus mengikuti ketentuan internasional.

“Saya ambil contoh misalnya terkait safety (keselamatan)  dan safe guard (keamanan) nuklir, di BRIN akan menjadi tanggungjawab siapa? Hubungan dengan IAEA, lembaga nuklir internasional, akan ditangani siapa? Sebab keorganisasian nuklir ini terpecah-pecah.  Ada organisasi riset (OR) kenukliran, infrastruktur dan lainnya. Akibatnya penanganan keselamatan dan keamanan nuklir ini menjadi ruwet,” kata Mulyanto.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Terkini

Rektor Unila Karomani Terjaring OTT KPK di Bandung

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 12:15 WIB
X