Kasus Kelangkaan BBM di Daerah, PKS: Pemerintah Jangan Anggap Sepele

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:06 WIB
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Mulyanto.
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Mulyanto.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Mulyanto meminta pemerintah bertindak cepat dan tidak menganggap sepele terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di beberapa daerah.

Masalah kelangkaan BBM ini harus dapat diselesaikan sebelum merambat ke wilayah lain dan menjalar menjadi krisis seperti yang terjadi di beberapa negara lain," kata anggota Komisi VII DPR RI itu dalam keterangan persnya, Rabu (20/10/2021).

Baca Juga: Harga BBM dan Gas Dunia Melonjak, PKS: Perlu Wapadai Ancaman Krisis Energi

Mulyanto minta pemerintah, dalam hal BPH Migas meningkatkan pengawasan. Sebagai lembaga yang berwenang atas pengaturan dan pengawasan BBM, BPH Migas harus bertanggungjawab. Jangan sampai kasus ini berlarut-larut dan membuat masyarakat panik.

"BPH Migas harus menjelaskan ke publik terkait jumlah cadangan BBM, termasuk kuota BBM yang tersisa di bulan Oktober ini. Sehingga masyarakat merasa tenang," kata Mulyanto.

Baca Juga: Aneh! Sudah Sejak Lama Riau Kelangkaan BBM Jenis Solar, Menteri ESDM Baru Tahu

Mulyanto menilai kekhawatiran masyarakat terhadap kelangkaan BBM ini bisa dipahami. Sebab beberapa negara seperti Inggris, China, India, termasuk Singapura sedang krisis energi. Masyarakat khawatir Indonesia mengalami kejadian yang sama. Karena itu BPH Migas perlu menjelaskan kepada masyarakat status cadangan BBM nasional teraktual.

"Dua jenis BBM yang langka itu adalah premium dan solar.  Padahal BBM jenis ini sangat dibutuhkan masyarakat. Karenanya persediaannya harus selalu aman. Jangan sampai karena mau mengejar untung, distribusi BBM jenis ini ditahan-tahan oleh pertamina," tegas Mulyanto.

Dia mendapat laporan, belakangan ini banyak daerah terjadi kelangkaan BBM premium dan solar.  Kelangkaan bukan hanya terjadi di Jawa dan Bali, juga di Sumatera dan pulau-pulau besar lainnya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

X