Bikin Prihatin, Kesetaraan Gender di Indonesia Masih Rendah

Milna Miana
- Kamis, 21 Oktober 2021 | 11:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

"Nah, pelaku makin gemas makin ingin melakukan yang lebih hebat lagi makanya banyak terjadi pembunuhan," tuturnya.

Perempuan di tengah pandemi

Menurut Nyimas, perempuan memiliki beban lebih ketika pandemi. Mulai dari mencari nafkah, kena PHK, sampai mengurus rumah tangga.

"Banyak peran perempuan bertambah ketika suami kena PHK dan ia harus banting tulang membantu perekonomian," ujar Nyimas.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Puan Maharani mengusulkan pembahasan mengenai peran perempuan dan anak perempuan dalam masa pandemi Covid-19.

“Perempuan dan anak perempuan merasakan dampak berat dari Pandemi Covid-19. Meski demikian, mereka punya solusi dan harapan di masa yang akan datang,” ujarnya.

Pernyataan tersebut Puan sampaikan dalam pertemuan virtual The Preparatory Committee of The Fifth World Conference of Speakers of Parliament (5WCSP) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Pimpinan parlemen perempuan pertama di Indonesia itu mengatakan, gender-responsive recovery dan women economic empowerment merupakan isu utama yang perlu mewarnai pembahasan pada forum 13th Summit of Women Speakers.

Ia juga mengatakan perempuan yang bekerja di garda terdepan selama pandemi Covid-19 lebih efektif dalam memberikan perawatan dan pelayanan dibandingkan laki-laki di bidang yang sama.

Dalam isu ini, Puan menyatakan kesetaraan gender dapat dicapai dengan partisipasi dan dukungan seluruh elemen masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki. Sehingga, tak perlu mengkontradiksi peran perempuan atau laki-laki.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Rektor Unila Karomani Terjaring OTT KPK di Bandung

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 12:15 WIB
X