Ini Jurus Kemenperin Tingkatkan Daya Saing IKM Olahan Petani Porang

Heldi Satria
- Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:50 WIB
Ini Jurus Kemenperin Tingkatkan Daya Saing IKM Olahan Petani Porang
Ini Jurus Kemenperin Tingkatkan Daya Saing IKM Olahan Petani Porang

“Kami juga punya program Indonesia Food Innovation (IFI) untuk mendorong pengembangan produk turunan porang, program link and match dan peningkatan pasar dalam negeri maupun ekspormelalui pendampingan digital marketing melalui platform marketplace, serta fasilitasi membership pada marketplace global dan pameran,” tandasnya.

Ditjen IKMA berkomitmen untuk menumbuhkan sentra penghasil porang dan para pelaku IKM olahan porang untuk memfaatkan program-program tersebut. Tujuannya untuk dapat meningkatkan kualitas dan pemasaran produk IKM olahan porang sehingga bisa masuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan global.

Tembus Pasar Global

Dalam kunjungan kerjanya ke Gresik beberapa waktu lalu, Plt. Dirjen IKMA beserta jajarannya menyaksikan secara langsung pelepasan ekspor produk olahan porang PT. Hayumi Agro Indonesia sebagai hasil program implementasi sistem keamanan pangan ke China.

“Kami berharap pelepasan ekspor olahan porang ini dapat menjadi inspirasi bagi IKM lainnya untuk dapat melakukan penetrasi pasar, baik domestik maupun ekspor. Acara pelepasan ekspor ini adalah suatu bentuk apresiasi dan dukungan penuh pemerintah kepada IKM yang berkomitmen tinggi untuk terus maju dan berkembang serta siap bersaing di pasar global,” papar Reni.

Ia menyatakan,pihaknya akan terus mendorong agar pelaku IKM olahan porang melakukan ekspor dalam bentuk produk turunan karena nilai tambah ekonominya cukup tinggi. “Harga komoditas ekspor porang biasa sekitar Rp5 ribu per kilogram, sedangkan berupa chip atau potongan porang Rp40 ribu sampai Rp50 ribu, dan dalam bentuk tepung porang harganya bisa mencapai Rp200 ribu,” sebutnya.

PT. Hayumi Agro Indonesia yang berdiri tahun 2018 merupakan IKM yang mengolah umbi porang menjadi tepung porang dan chip porang. Bahan baku porang tersebut diperoleh dengan melakukan budidaya porang di Desa Klangon, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Reni menambahkan, pada tahun 2021 ini Ditjen IKMA akan menjalankan program pembinaan, pendampingan dan fasilitasi sertifikasi HACCP, serta fasilitasi restrukturisasi mesin dan/atau peralatan. Proses pendampingan HACCP tersebut berlangsung selama enam bulan dimulai pada Oktober 2020 dan diharapkan sertifikat HACCP dapat terbit bulan November 2021.

“Dengan memiliki sertifikat HACCP, IKM pangan dapat memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produksi pangan aman di sepanjang rantai produksinya sehingga pada akhirnya menghasilkan produk berkualitas baik, dan hal ini akan meningkatkan rasa percaya diri para pelaku IKM pangan dalam pengembangan akses pasar, terutama menembus pasar global,” ungkap Reni.

Implementasi HACCP pada PT. Hayumi Agro Indonesia telah membawa IKM ini melaju menembus pasar global. Saat ini dengan kapasitas produksi sebesar 60 ton tepung porang per bulan, PT. Hayumi Agro Indonesia mampu mengekspor rata-rata 50 ton per bulan. Tentunya diharapkan jumlah ini akan terus naik dengan telah terpenuhinya standar keamanan pangan yang dimiliki.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: kemenperin.go.id

Tags

Terkini

Pengumuman! Pemerintah Segera Hapus PPKM

Senin, 23 Mei 2022 | 11:11 WIB
X