Hukuman Penjara Menanti Jika Masih Ngeyel Bikin Pinjol Ilegal

Rahma Nurjana
- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 11:36 WIB
Ilustrasi (Foto: dok CNBC Indonesia)
Ilustrasi (Foto: dok CNBC Indonesia)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Penyelenggara pinjaman online (pinjol) ilegal harus mulai berhati-hati, sebab pemerintah terus berbenah dalam menanggapi keberadaan terutama soal jerat hukum bagi pelaku. Salah satu yang paling mungkin terjadi adalah dipenjarakan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pihaknya telah merumuskan landasan hukum untuk bisa menghukum para penyelenggara pinjol ini. Nantinya, dalam proses peradilan para penyelenggara ini akan diberikan ruang untuk perdebatan.

"Secara perdata kami sementara ini menganggap itu tidak memenuhi syarat, syarat subyektif ada sebab halal. Kedua secara pidana sudah ada alternatif seperti kemukakan kemarin kemungkinan UU ITE bisa ada pasal 27, 29, dan 32," kata Mahfud dalam keterangan pers pekan ini.

Dia menjelaskan bahwa masalah pinjaman ilegal ini tidak akan masuk dalam kategori tindakan perdata. Untuk itu dia mendorong agar masyarakat berani melapor ke kepolisian dan meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.

Sejalan dengan itu, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan pihaknya telah memberikan perintah kepada seluruh Polda untuk bisa menanggapi laporan ini dengan cepat.

"Saya atas perintah bapak Kapolri sudah menerbitkan telegram kepada seluruh Polda untuk memberikan respon cepat kepada keluhan masyarakat apabila ada tindakan-tindakan yang dirasakan mengganggu secara psikis maupun fisik kepada masyarakat kebetulan menjadi korban pinjol ilegal ini," jelas dia.

Hingga saat ini, kata Agus, pihaknya sudah mengungkap 13 kasus terkait pinjol ilegal ini. Termasuk terdapat 57 tersangka yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Saat ini tengah dilakukan nalisa yang nantinya akan didistribusikan ke seluruh wilayah. Dengan begitu pelaku pinjol ilegal bisa ditindak sesuai dengan yang diputuskan.

"Perkembangan kasus tersebut sedang analisis. Hasil dari analisisnya akan didistribusikan ke seluruh wilayah agar pelaku-pelaku usaha pinjol ilegal bisa kita tindak sesuai dengan apa yang kita putuskan oleh pemerintah," terangnya.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Jokowi Minta Polri Turut Kawal Realisasi Investasi

Jumat, 3 Desember 2021 | 19:05 WIB

Jokowi Tinjau Terminal BBM di Bali

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:43 WIB

Bali Bakal Jadi Lokasi IPU Tahun Depan

Jumat, 3 Desember 2021 | 13:50 WIB
X