Tokoh Pemuda Betawi: Penetapan Jalan Ataturk Tak Boleh Buru-buru

Milna Miana
- Senin, 25 Oktober 2021 | 17:45 WIB
Tokoh muda Betawi.
Tokoh muda Betawi.

Karena, berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 28/1999 tentang perubahan nama jalan, taman dan fasilitas umum agar melibatkan masyarakat sebelum pengambilan keputusan perubahan nama jalan di DKI Jakarta.

Meski begitu, karena perubahan ini menyangkut diplomasi kedua negara, Ihsan Suri tidak menolak pemberian nama jalan yang berasosiasi ke negara Turki.

Ihsan Suri yang juga merupakan akademisi ini malah menyarankan bila untuk tetap menghormati hubungan dengan Turki nama jalan yang dipilih bisa nama kota, misalnya saja Istanbul atau Ankara seperti yang Indonesia lakukan dengan Maroko ketika memberi nama jalan Casablanca.

Sebab, lanjut Ihsan, bagi sebagian kalangan, khususnya kalangan Islam dan di sebagian tokoh-tokoh Betawi, nama Mustafa Kemal Ataturk dianggap sebagai tokoh sekuler yang menghancurkan kesultanan Turki Utsmani. Karena itu, banyak tokoh lokal khususnya Betawi yang belum bisa menerimanya.

Atau bisa juga bila ingin tetap memilih nama tokoh, pilih nama tokoh yang tidak menimbulkan kontroversi seperti Muhammad Al-Fatih, atau bahkan nama kesultanan Turki Utsmani.

"Bisa juga dengan mengadakan dengar pendapat atau FDG (Forum Discussion Group) untuk mendengar masukan-masukan dari masyarakat sebelum memutuskannya," tambahnya.

Terlebih Anies Baswedan selaku Gubernur DKI pernah mengatakan bahwa pengusulan perubahan nama jalan akan dibuat terstruktur sehingga tidak semua pihak bisa menentukan dengan mengajukan usulan.

"Secepatnya kami akan segera bergerak ke DPRD DKI Jakarta untuk menyarankan nama jalan selain nama tokoh, tapi nama kota di Turki serta meminta untuk dilakukannya FDG sebelum pemerintah memutuskan nama apa yang akan digunakan," pungkas Ihsan Suri. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Dari Ukraina, Jokowi Kembali ke Polandia

Kamis, 30 Juni 2022 | 08:18 WIB
X