Bantah Pernyataan Yaqut, JK: Kemenag bukan Hadiah untuk NU

- Senin, 25 Oktober 2021 | 23:11 WIB
Ketua DMI Jusuf Kalla dan Menag Yakut. (Instagram)
Ketua DMI Jusuf Kalla dan Menag Yakut. (Instagram)


HARIANHALUAN.COM - Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait Kementerian Agama (Kemenag) sebagai hadiah untuk Nahdlatul Ulama (NU), terus dibanjiri bantahan dan kecaman sejumlah elemen.

Baca Juga: PLN dan Kemendes Kolaborasi Dongkrak Kesejahteraan Desa Lewat Listrik

Bantahan atas pernyataan Menang Yaqut tersebut juga datang dari Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI),  Jusuf Kalla, Senin (25/10/2021).

Sebelumnya, pernyataan yang membuat heboh tersebut disampaikan Menag Yakut dalam seminar virtual yang digelar RMI-PBNU dan diunggah di akun YouTube TVNU.

'Kementerian Agama itu hadiah negara untuk NU', 'bukan untuk umat Islam secara umum, tapi spesifik untuk NU'. Nah, jadi wajar kalau sekarang NU itu memanfaatkan banyak peluang di Kementerian Agama, karena hadiahnya untuk NU," kata Menang Yakut dalam seminar virtual yang digelar RMI-PBNU dan diunggah di akun YouTube TVNU tersebut.

Atas pernyataan  tersebut,  Ketua Umum DMI Jusuf Kalla mengingatkan Yaqut, bahwa pendirian Kemenag bukan hanya untuk kepentingan NU, melainkan semua agama dan semua organisasi keagamaan yang dinaungi pemerintah.

Mantan Wakil Presiden RI tersebut juga dengan tegas membantah pernyataan Menang Yakut terkait Kemenag sebagai hadiah untuk NU itu.

“Itu bukan hadiah. Itu keharusan karena negeri ini berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Tentu semua agama sangat penting untuk dilindungi,” ucap JK, sapaan akrabnya, dalam keterangan pers, Senin (25/10/2021).

Baca Juga: Warga Pekanbaru Geger, Seorang Ibu Tewas Gantung Diri di Kamar Anaknya

JK juga menegaskan, bahwa didirikannya Kementerian Agama untuk melindungi kepentingan seluruh umat beragama di Indonesia.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: Mediaindonesia.com

Tags

Terkini

Ternyata Begini Karakter Kepemimpinan Puan Maharani

Sabtu, 27 November 2021 | 11:10 WIB
X