Buat Petisi Tolak PCR untuk Penerbangan, Warga Bali: Siap-siap Kelaparan Lagi

Milna Miana
- Selasa, 26 Oktober 2021 | 10:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

DENPASAR, HARIANHALUAN.COM - Syarat wajib tes PCR untuk perjalanan jalur udara semakin banyak menuai kritik. Bahkan, belum lama ini muncul petisi untuk menghapus aturan kewajiban tes PCR ini. Di sisi lain, pemerintah justru tengah merencanakan untuk menyamaratakan syarat tes PCR bagi penumpang di semua jenis transportasi.

Petisi tersebut diunggah di situs Change.org yang dengan cepat mendapat respon publik. Hingga Selasa, 26 Oktober 2021 pukul 01.45 dini hari WIB, sebanyak 20.408 orang telah menandatangani petisi itu dari total target 25.000.

Baca Juga: Turun Harga! Biaya PCR untuk Perjalanan dengan Pesawat Akan jadi Rp300 Ribu

Herlia Adisasmita, pengunggah yang mengaku sebagai perwakilan masyarakat Bali dan pelaku pariwisata menuntut salah satu dari dua opsi, yakni penghapusan aturan wajib tes PCR untuk penerbangan atau penurunan harga tes PCR secara signifikan.

Dia juga menyebut, ekonomi Bali yang bergantung pada pariwisata paling terperosok di antara provinsi lainnya. Hampir dua tahun pandemi menurutnya sangat panjang.

Baca Juga: Penumpang Pesawat Wajib PCR, Pemerintah Diminta Kaji Ulang

“Hingga detik ini masyarakat pekerja masih lebih banyak yang menganggur, dan pengusaha masih terus-terusan tumbang satu persatu. Kesulitan ekonomi di Pulau Bali, bukan masalah sepele,” tulis Herlia dalam petisinya.

Nasib warga Bali, lanjut dia, sangat bergantung pada kedatangan turis domestik. Dia menilai alasan aturan wajib tes PCR yang tiba-tiba ini pun terkesan dibuat-buat.

“Bubar jalan semua rencana para turis domestik untuk berlibur. Harga PCR masih sangat mahal, dan tidak semua klinik menawarkan hasil 1-2 hari selesai.
Baru saja kami mulai senyum, sekarang siap-siap kelaparan lagi!” tegas Herlia.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Ternyata Begini Karakter Kepemimpinan Puan Maharani

Sabtu, 27 November 2021 | 11:10 WIB
X