Buat Petisi Tolak PCR untuk Penerbangan, Warga Bali: Siap-siap Kelaparan Lagi

Milna Miana
- Selasa, 26 Oktober 2021 | 10:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Ekosistem pariwisata itu, lanjutnya, besar dan berlapis yang di dalamnya berisi manusia yang memiliki keluarga, anak. Mereka butuh penghasilan. Dia menjelaskan, saat ini banyak warga Bali yang depresi, rumah tangga hancur, bahkan bunuh diri karena faktor ekonomi.

“Kami harus bagaimana lagi? Prokes sudah, vaksin sudah, Peduli Lindungi sudah. Selama ini dengan antigen-pun semua berjalan baik-baik saja tanpa kenaikan jumlah kasus. Kenapa tiba-tiba PCR? Sebegitu berlebihan kah kami yang hanya ingin bisa bertahan hidup?” lanjut Herlia.

Petisi tersebut kemudian ditutup dengan ajakan kepada masyarakat, terutama yang bermukim di Jawa dan Bali, para pelaku industri pariwisata, dan pecinta pulau Bali.

Rencana penerapan syarat sama

Di tengah polemik dan penolakan dari sejumlah kalangan, pemerintah justru sedang merencanakan untuk menerapkan syarat wajib tes PCR ke semua moda transportasi. Upaya ini disebut pemerintah sebagai upaya mencegah kenaikan kasus positif Covid-19.

Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, pemberlakukan tes PCR untuk semua moda transportasi bisa dilakukan jelang masa libur Natal dan Tahun Baru.

“Secara bertahap penggunaan tes PCR akan juga diterapkan pada transportasi lainnya selama dalam mengantisipasi periode Nataru,” ucap Luhut.

Meski demikian, Luhut mengatakan pemerintah akan berupaya untuk menekan harga tes PCR hingga Rp300.000 serta memberlakukan tes PCR selama 3x24 jam untuk perjalanan udara, demi mengurangi beban masyarakat ketika melakukan mobilisasi.

Dia menjelaskan bahwa pemerintah belajar dari kasus yang terjadi di banyak negara yang telah melakukan relaksasi aktivitas masyarakat serta protokol kesehatan. Negara-negara ini, lanjut Luhut, mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang cukup pesat.

“Meskipun tingkat vaksinasi mereka jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Contohnya seperti Inggris, Belanda, Singapura dan beberapa negara Eropa lainnya,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

X