Ngeri! Modus Perusahaan Pinjol Makin Ganas, Masyarakat Wajib Asah Literasi Digital

Milna Miana
- Selasa, 26 Oktober 2021 | 10:55 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pinjaman online (pinjol) telah memakan banyak korban. Yang meresahkan, pinjol terindikasi memiliki akses data pribadi nasabah maupun calon nasabah. Data ini pun menjadi modal mereka untuk beraksi dan menarget calon mangsanya.

Terlebih lagi, kini pinjo ilegal juga masih bebas bergerak. Modusnya pun bermacam-macam. Banyak kasus, target pinjol tersebut tiba-tiba mendapat kiriman sejumlah dana dari pihak tak dikenal, tanpa permintaan sebelumnya. Bahkan, mereka ini tak pernah mengajukan pinjaman sebelumnya.

Baca Juga: Tidak Beradab! Begini Cara Kerja Penagihan Pinjol Ilegal

Setelah itu, pihak pinjol ilegal tersebut akan menagih pinjaman dengan bunga berlipat ganda dan memaksa korban untuk segera membayar. Hal ini pun diyakini sebagai modus baru pinjol ilegal untuk menjerat korban mereka.

Pasalnya, banyak laporan dari korban yang mengaku tidak pernah mengajukan pinjaman, namun menerima sejumlah uang. Tak selang berapa lama kemudian, para korban pun mendapat tagihan.

Baca Juga: Pinjol Mulai Meresahkan, Ketua DPD RI Minta Akses Kredit Perbankan Dipermudah

Pencurian data pelanggan

Kejadian tersebut pun memunculkan dugaan bahwa data-data pribadi korban telah dicuri atau disalahgunakan oknum tidak bertanggung jawab untuk mengajukan pinjaman. Apalagi sempat terungkap insiden penjualan data e-KTP di Facebook, Maret 2021 lalu.

Menurut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, pengaduan terkait penyalahgunaan data pribadi merupakan salah satu perkara yang paling banyak dilaporkan oleh masyarakat, secara langsung maupun tidak langsung. Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan, belakangan banyak laporan pengaduan masuk berkaitan dengan pinjaman online.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Ternyata Begini Karakter Kepemimpinan Puan Maharani

Sabtu, 27 November 2021 | 11:10 WIB
X