Protes Soal Aturan Tes PCR untuk Penerbangan, PHRI: Menyulitkan dan Diskriminatif

Milna Miana
- Selasa, 26 Oktober 2021 | 11:30 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

“Di daerah belum tentu hasil tes PCR bisa selesai dalam 7x24 jam, maka kurang tepat ketika aturan tes PCR bagi perjalananan udara berlaku untuk 2x24 jam,” ujar Puan.

Namun, lanjut dia, jika memang pemerintah menilai syarat tes PCR bagi pelaku penerbangan adalah solusi terbaik, diharapkan harga tes PCR dibuat lebih terjangkau dan fasilitas kesehatan harus diseragamkan di seluruh daerah.

“Pemerintah harus bisa memastikan waktu dan proses PCR di seluruh daerah bisa selesai dalam waktu singkat, agar bisa memenuhi syarat pemberlakuan hasil tes 2x24 jam. Dan harganya pun harus sama di semua daerah,” pungkasnya.

Merugikan konsumen

Tanggapan serupa juga datang dari Susi Pudjiastuti. Melalui akun Twitternya, Susi menyatakan setuju dengan pernyataan Puan Maharani.

"Betul Mbak Puan ... ayo teriakin yg kenceng .. harusnya PCR tidak boleh lebih dari rp 275.000," cuit Susi di Twitter.

Tak hanya itu, apresiasi pun datang dari aktivis Nicho Silalahi. Dia mengapresiasi desakan Puan Maharani karena akhirnya Puan tampak membela rakyat.

Sebelumnya, Nicho berpikir selama ini Puan hanya “pajangan pemerintah” untuk menghabiskan uang rakyat.

"Akhirnya berguna juga Tante @puanmaharani_ri. Kukira selama ini cuma pajangan doank untuk menghabiskan uang rakyat," cuit Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadinya.

Namun begitu, dia sendiri mengungkapkan bahwa dirinya berpendapat seharusnya tes PCR sebagai syarat perjalanan moda udara dihapuskan saja.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

X