Pemerintah RI Dorong Pembangunan Stasiun Charger Mobil Listrik Sampai Kecamatan

Heldi Satria
- Kamis, 28 Oktober 2021 | 03:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

HARIANHALUAN.COM - Tempat pengisian daya kendaraan listrik masih sedikit, meski pemerintah saat ini sedang mendorong pembangunannya hingga pelosok daerah. Namun, bagaimana meyakinkan investor kalau industri kendaraan listrik Indonesia akan maju?

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya bicara baterai listrik, tapi tempat stasiun pengisian juga harus diperhatikan. Saat ini pemerintah sedang membuat perencanaan masif untuk memperbanyak stasiun pengisian.

"Tidak akan mungkin melakukan produksi mobil dan baterai kalau stasiun tidak ada. Ini kita rencanakan implementasinya," katanya dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (27/10/2021).

Bahlil membeberkan beberapa strategi yang dilakukan adalah menawarkan investasi ini kepada pemodal, baik BUMN maupun swasta. Supaya tempat pengisian ini menjadi lebih banyak hingga tingkat kecamatan.

Baca Juga: Pemerintah Nagari Binjai Tapan Salurkan BLT Dana Desa kepada 13 KPM

Saat ini sudah ada beberapa investor swasta di luar PLN, Pertamina dan IBC untuk membangun stasiun pengisian. Dari swasta, menurut Bahlil, ada tiga calon investor yang mau menanamkan modal.

Selain itu, perlu diingat pertumbuhan kelas menengah Indonesia tinggi, begitu juga dengan jumlah penduduk produktif pada 2030 yang akan mencapai 60% populasi Indonesia. Menurut Bahlil, fakta itu menjadi bukti Indonesia adalah pasar potensial.

Namun di sisi lain, Indonesia harus cepat mengambil peran dalam produksi baterai. Karena banyak negara tetangga yang tidak menginginkan Indonesia menjadi pemain di produk hilir."Kita harus agresif, supaya tidak diambil negara tetangga. Kita lagi pasang kuda-kuda karena negara tetangga nggak mau baterai cell ini terjadi di Indonesia. Mereka mau Indonesia hanya suplai bahan baku," katanya.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Waspada! Gunung Semeru Erupsi Lagi, Durasi 480 Detik

Senin, 6 Desember 2021 | 14:45 WIB
X