PLN Gandeng ADB Tekan Emisi Karbon di Sektor Kelistrikan RI

Jefli Bridge
- Selasa, 2 November 2021 | 14:00 WIB
PLN Gandeng ADB Tekan Emisi Karbon di Sektor Kelistrikan RI
PLN Gandeng ADB Tekan Emisi Karbon di Sektor Kelistrikan RI

"PLN dan ADB menjalin kerja sama untuk mewujudkan target net zero emissions pada 2060"

GLASGOW, HARIANHALUAN.COM - PT PLN (Persero) berkomitmen mengurangi emisi karbon yang dihasilkan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara guna mendukung target pemerintah menuju Carbon Neutral 2060. Upaya ini mendapat dukungan finansial dari lembaga keuangan internasional, yaitu Asian Development Bank (ADB). 

Dukungan ini direalisasikan dengan penandatanganan nota kesepahaman _(Memorandum of Understanding/MoU)_ antara Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dan Director General Southeast Asia Department ADB Ramesh Subramaniam di sela rangkaian COP 26, di Glasgow, Senin (1/11) waktu setempat.   

Adapun lingkup kerjasama PLN dan ADB meliputi, studi kelayakan penuh yang mencakup aspek teknis dan finansial dari pengurangan pembangkit listrik tenaga batu bara. Berikutnya adalah, evaluasi struktur ETM, mencari program atau mekanisme lain yang sesuai dan merancang program bantuan teknis transisi yang adil. 

Wakil Menteri I BUMN Pahala Mansury menilai PLN sebagai salah satu BUMN yang sangat aktif dalam program dekarbonisasi. Sudah banyak langkah agresif yang dilakukan PLN dalam mencapai _net zero emission_. Kerja sama dengan ADB, kata Pahala, menjadi amunisi tambahan PLN untuk bisa mempercepat target tersebut. 

"Kami sangat optimistis target dekarbonisasi bisa tercapai dengan adanya kerjasama yang baik antara PLN dan ADB. Ini merupakan langkah yang agresif dalam PLN mencapai _net zero emission_," ujar Pahala dalam sambutan MoU ADB - PLN regarding Energy Transition Mechanism. 

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, Indonesia memiliki peran penting dalam mengelola perubahan iklim. Pasalnya, dalam skenario _business as usual_ (BAU) atau tidak melakukan apa-apa, emisi Indonesia akan meningkat di atas 4 miliar ton CO2 per tahun pada 2060. Di mana dua sektor penyumbang emisi tersebut adalah sektor transportasi dan kelistrikan. 

"Pada 2060, emisi sektor listrik bisa mencapai 0,92 miliar ton CO2 per tahun, dan emisi sektor transportasi bisa mencapai 0,86 miliar ton CO2 per tahun," kata Zulkifli. 

Indonesia telah berkomitmen dalam menekan emisi karbon, dengan menetapkan target netralitas karbon pada 2060 dan mewujudkan komitmen _Nationally Determined Contribution_ (NDC) pada tahun 2030. 

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Program Gemarikan KKP Jangkau Desa Terpencil

Kamis, 23 Juni 2022 | 10:26 WIB
X