Kemenperin Pacu Diversifikasi Produk Olahan Ikan Hingga Rumput Laut

- Selasa, 2 November 2021 | 18:15 WIB
Kemenperin Pacu Diversifikasi Produk Olahan Ikan Hingga Rumput Laut
Kemenperin Pacu Diversifikasi Produk Olahan Ikan Hingga Rumput Laut

“Pada tahun 2019, nilai ekspor olahan rumput laut sekitar 49,75% dari nilai ekspor rumput laut kering, dengan produk olahan utama untuk diekspor, yaitu karaginan. Persentase tersebut meningkat menjadi 53,79% pada tahun 2020, meskipun di tengah dampak pandemi Covid-19,” ungkap Supriadi.

Sebelumnya, Plt. Dirjen Industri Agro Putu Juli Ardika menyampaikan, pihaknya turut aktif meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap produk olahan ikan. Tujuannya, selain untuk mendorong produktivitas industri olahannya, upaya ini juga guna mendukung program pencegahan stunting.

“Solusi yang paling dekat adalah mengupayakan konsumsi ikan karena Indonesia mempunyai potensi perikanan yang sedemikian besar,” terang Putu. Apalagi, ikan merupakan salah satu sumber pangan lokal yang dapat dikembangkan karena sehat dan kaya akan kandungan gizi mikro.

Konsumsi ikan nasional terus mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan penduduk Indonesia. Konsumsi ikan nasional naik dari 47,34 kg/kapita/tahun pada tahun 2017 menjadi 54,50 kg/kapita/tahun pada tahun 2019 dan pada tahun 2021 konsumsi ikan nasional ditargetkan sebesar 60 kg/kapita/tahun.

“Jika kita mampu merevitalisasi dan mengembangkan industri makanan dan minuman, termasuk industri pengolahan pangan, akan membantu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pemenuhan gizi masyarakat,” papar Putu.

Apalagi, unit usaha sektor industri makanan dan minuman (mamin) didominasi oleh skala usaha kecil dan mikro. “Sebanyak 99,54% dari total unit usaha sektor industri mamin merupakan skala usaha kecil dan mikro, sisanya merupakan skala menengah-besar,” tandasnya. (*)

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: kemenperin.go.id

Tags

Terkini

X