Dirjen PPI KLHK: Harapan Indonesia Sudah Direfleksikan di Forum COP26

- Sabtu, 6 November 2021 | 18:24 WIB
Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Laksmi Dhewanthi
Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Laksmi Dhewanthi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Laksmi Dhewanthi mengungkapkan, Conference of the Parties atau COP26 atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim PBB di Glasgow, Inggris Raya menyepakati prosedur dan narasi untuk membahas isu-isu krusial.

“Ini suatu kemajuan besar karena biasanya dalam forum seperti ini dalam seminggu belum selesai, bagaimana pendekatan dan basis teksnya. Ini suatu kemajuan dalam konteks negosiasi dalam 2-3 hari pertama. Selanjutnya proses negosiasi tengah tetap berlangsung,” ungkap Laksmi dalam pernyataan tertulis mengenai perkembangan COP26 dari Glasgow, Sabtu (6/11/2021).

Baca Juga: Menperin Sebut Pertumbuhan Sektor Manufaktur Masih On The Track

Diungkapkan Laksmi, semua agenda-agenda krusial negosiasi sudah dibahas pada hari pertama hingga hari ketiga.
Misalnya, isu adaptasi, bagaimana krusial itu selesai dibahas dan  pendekatannya.

“Memang hasilnya belum dapat dikatakan bagaimana, karena proses negosiasi tengah berlangsung. Dan ini negosiasi akan berjalan dengan baik,” katanya.

Menurut Laksmi, negosiator Indonesia  sudah menyampaikan apa yang menjadi harapan Indonesia. Ekspektasinya seperti apa dan posisi Indonesia sudah disampaikan dan sudah terefleksikan dalam perkembangan di COP 26 ini.

“Jadi kita melihat basis teksnya apa yang kita butuhkan untuk negosiasi. Kemudian prosedurnya juga kita sampaikan apa yang menjadi keinginan Indonesia,” tandas Laksmi.

Implementasikan Paris Agreement

Dikatakan Laksmi, Pelaksanaan COP26 di Glasgow Inggris sangat penting mengingat hal ini hajat yang tertunda karena pandemi Covid-19. Semestinya dilakukan pada November 200. Kemudian hal tak kalah penting adalah Persetujuan Paris atau Paris Agreement yang mulai berlaku pada 1 Januari 2021.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

X