Tepis Keraguan Orang Tua, IDAI Tegaskan Vaksin Anak Diputuskan dengan Kehati-hatian

Milna Miana
- Senin, 8 November 2021 | 10:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menepis keraguan beberapa orang tua dari anak usia 6 hingga 11 tahun yang kini bisa divaksin Covid-19. IDAI menegaskan, ilmuwan sangat berhati-hati saat melakukan serangkaian tahap-tahap dan fase uji coba vaksin Covid-19 sebelum akhirnya memutuskan anak di bawah 18 tahun bisa divaksin.

"Sebetulnya terkait vaksinasi, para ilmuwan begitu hati-hati terkait vaksin Covid-19 terhadap anak," kata Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso saat mengisi konferensi virtual Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) bertema “Apakah Vaksinasi Usia 6-11 Tahun Sudah Dapat Dilakukan?”, dikutip dari Republika.co.id, Senin (8/11/2021).

Baca Juga: IDAI Bakal Gelar Kongres Nasional di Sumbar

Ia menjelaskan, vaksin sudah melewati rangkaian uji coba ke hewan, dan relawan orang dewasa untuk dapat digunakan oleh masyarakat dewasa. Jika aman, vaksin diujikan ke remaja untuk dapat digunakan oleh masyarakat usia remaja.

Jika aman, vaksin diujikan pada anak-anak. "Bahkan di uji CoronaVac atau Sinovac di fase 1 dan fase 2 sudah dilakukan pada anak usia 3 tahun ke atas dan efek sampingnya hanya bersifat lokal. Kemudian fase 3 (pada relawan anak) baru dimulai di beberapa negara, termasuk Malaysia per September 2021," ujarnya.

Baca Juga: Lebih Berbahaya, IDAI Sebut 20 Persen Anak yang Terinfeksi Covid-19 Tidak Memiliki Gejala

Meski uji klinis tahap 3 masih berjalan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menilai vaksin untuk anak umur di bawah 12 tahun juga penting. Akhirnya, dia melanjutkan, BPOM mengeluarkan rekomendasi untuk anak usia 6 hingga 11 tahun yang bisa mendapatkan vaksin ini.

Terkait kondisi kesehatan tertentu pada anak, Piprim mengatakan, anak dengan penyakit bawaan tertentu memang tidak bisa menerima vaksin Covid-19. Misalnya, anak dengan jantung bawaan yang sedang sesak, anak dengan gangguan kekebalan primer, tak terbentuk kekebalan tubuhnya, mengalami kanker yang sedang kemoterapi dosis tinggi hingga sakit ginjal kronik yang harus menjalani pengobatan atau demam atau sesak.

Namun, ia mengatakan, pada beberapa kasus, anak dengan penyakit kronik yang terkendali membutuhkan vaksin Covid-19. Misalnya, anak dengan jantung bawaan yang sudah dioperasi atau sedang menunggu operasi dengan kondisi baik-baik saja.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: republika.co.id

Tags

Terkini

Begini Modus Penyelewengan BBM Subsidi

Rabu, 19 Januari 2022 | 00:35 WIB

Dedi Mulyadi: Kajati Terima Suap Harus Dipecat

Selasa, 18 Januari 2022 | 21:30 WIB

5 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Tanah Air

Selasa, 18 Januari 2022 | 14:15 WIB

Picu Banjir, Warga Minta Tanggung Jawab PT Timah

Selasa, 18 Januari 2022 | 03:35 WIB
X