Jubir Kemenkes: Varian Delta Dominasi Penyebab Kasus Covid-19 di Dunia

Milna Miana
- Kamis, 11 November 2021 | 13:44 WIB
Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi
Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19 secara global sebanyak 1 persen dibanding minggu sebelumnya. Eropa menjadi penyumbang kasus baru terbanyak.

"Secara total, kasus Covid-19 global itu sudah lebih dari 249 juta kasus dengan kematian lebih dari 5 juta kasus. Di minggu ini, terjadi kenaikan kasus 1% dibanding minggu lalu dengan regional Eropa penyumbang kasus terbanyak," papar Siti Nadia dikutip dari Okezone.com, Kamis (11/11/2021).

Baca Juga: FPKS DPR Soroti Pernyataan Luhut Soal Varian Delta Plus Covid-19

Mengambil contoh negara-negara Eropa dengan kenaikan kasus terbanyak di dunia saat ini, Siti Nadia mengatakan, kasus di sana membuktikan bahwa vaksin Covid-19 saja tidak cukup melawan Covid-19.

"Dapat kita lihat, terutama di negara-negara Eropa yang sudah memiliki cakupan vaksinasi yang lengkap dan sudah banyak yang menerimanya, tetapi saja mengalami peningkatan kasus. Artinya, kita belum cukup hanya dengan vaksinasi saja, tetapi kepatuhan terhadap protokol kesehatan atau prokes juga sangat penting," ujarnya.

Baca Juga: Kemenkes Pastikan Covid-19 Varian Delta AY4.2 Belum Terdeteksi di Indonesia

Terlebih, berdasarkan data global, saat ini yang mendominasi kasus Covid-19 di seluruh dunia adalah varian Delta.

"Varian Delta saat ini menjadi varian yang paling dominan dengan pelaporan 99,6% dalam 60 hari terakhir di tingkat global," jelasnya.

Artinya, dengan karakteristik varian Delta yang mudah menyebar dan memiliki kemampuan lebih besar untuk menyebabkan keparahan kondisi, ini bisa menjadi ancaman baru.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

X