COP26 Berakhir, Dirjen PPI KLHK Laporkan Hasilnya dari Glasgow

- Minggu, 14 November 2021 | 12:11 WIB
Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Laksmi Dhewanthi
Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Laksmi Dhewanthi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim PBB atau Conference of the Parties (COP26) di Glasgow, Inggris yang sejak 31 Oktober lalu berakhir Sabtu (13/11/2021). Berbagai keputusan telah dihasilkan terkait dengan elemen-elemen Paris Agreement.

Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Laksmi Dhewanthi dalam pernyataan tertulis dari Glasgow, Minggu (14/11/2021) menjelaskan bahwa tidak keseluruhan proses pengambilan keputusan dilakukan secara terbuka dan inklusif. Selain itu, semua pihak tidak bisa mendapatkan semua apa yang mereka inginkan. 

Baca Juga: Dirjen PPI KLHK Harapkan Pasal 6 Paris Agreement Capai Kesepakatan di COP26

Namun demikian, hasil COP26 Glasgow telah meningkatkan kepercayaan dan modalitas untuk implementasi yang lebih nyata dari berbagai elemen Paris Agreement (Perjanjian Paris).

Catatan substansi yang cukup krusial dan menjadi diskusi cukup hangat sebut Laksmi adalah penyelesaian artikel 6, agenda to keep 1.5 degree temperature alive (terutama penghapusan/pengurangan penggunaan batubara dan subsidi bahan bakar fosil), serta  upaya untuk menghasilkan naskah keputusan yang berimbang antara kewajiban untuk meningkatkan ambisi dan target (mitigasi) oleh negara pihak dengan kewajiban untuk pemenuhan komitmen pendanaan oleh negara maju kepada negara berkembang. 

Baca Juga: Di Arena COP26, Indonesia Desak Uni Eropa Konsisten Implementasikan Lisensi FLEGT

“Pada Pleno Penutupan COP26, Indonesia menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah dan rakyat UK atas penerimaan dan keramahan penduduk Glasgow, Skotlandia.  Indonesia mengapresiasi kerja luar biasa dari Sekretaris Eksekutif dan Sekretariat UNFCCC, semua Ketua dan Wakil Ketua, semua Co-Fasilitator, negara-negara pihak dan para pengamat,” ujar Laksmi Dhewanti.

Laksmi menjelaskan, Indonesia berpandangan, meskipun hasil COP26 Glasgow tidak sesempurna yang diharapkan, namun yang penting adalah semua negara pihak mempunyai  kewajiban mewujudkannya menjadi implementasi dan tindakan nyata dari Persetujuan Paris. Jika tidak, maka komitmen yang dibuat di Parisĺ tidak akan tercapai. 

“Indonesia mengajak semua pihak berjanji untuk bersama-sama melakukan tindakan berdasarkan prinsip-prinsip Konvensi serta Perjanjian Paris. Indonesia siap untuk melangkah maju melalui proses selanjutnya di bawah UNFCCC.  Seperti yang dinyatakan Presiden Republik Indonesia, Perubahan iklim merupakan ancaman besar bagi kemakmuran dan pembangunan globa. Solidaritas, kemitraan, kerjasama, kolaborasi global adalah kuncinya. Bersama-sama, kita bisa mewujudkannya,” tutur Laksmi.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

X