Transisi Energi, Mulyanto: Jangan Dorong PLN ke Jurang Kebangkrutan

- Senin, 15 November 2021 | 21:18 WIB
Ilustrasi PLN
Ilustrasi PLN

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengatakan, kondisi PLN saat ini sangat berat untuk menanggung beban transisi energi. Karena itu, pemerintah mesti bijaksana dalam memberikan penugasan ini kepada PLN.

"Jangan sampai hal tersebut justru mendorong PLN ke jurang kebangkrutan," kata Mulyanto kepada media ini, Senin (15/11/2021).

"Transisi energi melalui RUPTL 2021-2030 merencanakan penambahan pembangkit baru sebesar 40,6 GW, dimana porsi EBT sebesar 52 persen.

Diperkirakan ini akan menyebabkan peningkatan biaya pokok pembangkitan (BPP) listrik PLN, dari Rp1.423/kWh pada tahun 2021 menjadi Rp1.689/kWh pada tahun 2025.

Dengan kenaikan BPP tersebut, beban tambahan untuk subsidi dan kompensasi akan membengkak dari Rp71.9 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp182.3 triliun pada tahun 2025.

"Jadi, bila tanpa adanya subsidi atau kompensasi dari pemerintah maka program transisi energi ini akan menyuntik mati PLN," kata Mulyanto.

Dia menyebutkan data Mei 2021, utang PLN sekitar Rp650 triliun. Di mana utang jangka panjang sebesar Rp500 triliun dan utang jangka pendek sebesar Rp150 triliun.

Untuk dapat eksis melalui transisi energi ini, PLN membutuhkan investasi rata-rata Rp95 triliun per tahun. Di mana Rp72,4 triliun untuk infrastruktur baru. Sedang untuk investasi perawatan sebesar Rp22,5 triliun.

Investasi yang besar tersebut untuk mendukung proyek pembangkit 35 GW yang sudah committed dan on going serta pembangkit baru berbasis EBT.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

Airlangga Tegaskan KIB Belum Bahas Capres 2024

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:34 WIB

Airlangga: KIB Dibentuk untuk Pemilu Presiden

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:29 WIB
X