Komisi II DPR tak Ingin Kecurangan Terjadi Saat SKB Tes CPNS 2021

- Rabu, 17 November 2021 | 08:19 WIB
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Syamsurizal (Foto: Ist)
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Syamsurizal (Foto: Ist)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Komisi II DPR RI tidak ingin kecurangan terjadi lagi saat seleksi kompetensi bidang (SKB) calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021.

Pada pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS 2021 dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), di beberapa titik lokasi, diwarnai sejumlah kecurangan.

Di mana, sistem keamanan yang diklaim aman oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), ternyata masih bisa dibobol oleh oknum dengan menggunakan aplikasi berbasis remote access.

 “Ini akan menjadi kontrol kita secara serius karena berkaitan dengan terjadinya kecurangan-kecurangan yag sangat memalukan yang baru-baru ini melibatkan 225 CPNS yang mengikuti tes SKD,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI Syamsurizal usai memimpin pertemuan tim kunspek Komisi II dengan jajaran Kantor Regional II BKN Surabaya, yang juga dihadiri oleh BKD Jawa Timur, di Surabaya, Jatim, Selasa (16/11/2021).

 Sebagai upaya mengungkap penyebab kecurangan tersebut, Syamsurizal mengatakan, Komisi II sudah melakukan kajian-kajian serta sudah meminta penjelasan dari Kementerian PAN-RB serta BKN. Dirinya merasa heran, mengapa pengerjaan soal masih bisa dilakukan dari luar perangkat tes, padahal sebelumnya teknologi yang digunakan sudah diklaim aman.

 “Jadi ini yang kita ingin lakukan yaitu kontrol. Karena kita merasa punya tanggung jawab dalam hal penerimaan CPNS, untuk mendapatkan CPNS yang berkualitas ke depan. Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo agar kita memiliki CPNS yang berkelas dunia. Namun, harapan kita menjadi buyar karena kecurangan seperti ini,” tutur politisi Fraksi PPP itu.

 Menjadi keresahan Komisi II, jika ada pihak-pihak yang melakukan hal-hal yang sangat tercela. Pihaknya tidak ingin lagi melihat adanya pembocoran soal, pengerjaan soal dari luar ruang tes atau hal-hal yang sifatnya mencurangi, seperti kejadian membantu 225 peserta tes dengan cara remote access menerobos ke bank soal.

“Mewujudkan seleksi CPNS yang jujur kemudian menghasilkan CPNS yang berintegritas dan berkelas dunia, menjadi satu alasan kuat Komisi II DPR RI untuk terus melakukan fungsi controlling,” pungkasnya. (*)

Editor: Rahma Nurjana

Tags

Terkini

Dedi Mulyadi: Kajati Terima Suap Harus Dipecat

Selasa, 18 Januari 2022 | 21:30 WIB

5 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Tanah Air

Selasa, 18 Januari 2022 | 14:15 WIB

Picu Banjir, Warga Minta Tanggung Jawab PT Timah

Selasa, 18 Januari 2022 | 03:35 WIB
X