PKS Desak Pemerintah Tindak Tegas Oknum Sabotase Kebakaran Kilang Pertamina

- Jumat, 19 November 2021 | 09:40 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Untuk menghindari spekulasi penyebab kebakaran kilang minyak Cilacap pekan lalu, anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto minta Pertamina bersama dengan pihak Kepolisian segera memberi penjelasan resmi kepada masyarakat.

"Isu ini jangan dibiarkan berkembang terlalu luas, sehingga akar masalahnya menjadi kabur," kata Mulyanto kepada media ini, Jumat (19/11/2021).

Mulyanto minta Pertamina membuka semua informasi terkait penyelidikan penyebab kebakaran itu, termasuk bila ditemukan adanya indikasi sabotase.

Bila dalam proses penyelidikan ditemukan petunjuk adanya sabotase, dan pelakunya adalah orang dalam, maka Pertamina harus menyerahkan pelakunya ke jalur hukum.

"Pertamina harus terbuka dan berani mengungkap apa benar kebakaran itu ada hubungannya dengan upaya pihak tertentu yang ingin melanggengkan impor BBM,” tegas Mulyanto

Mulyanto mendesak Pertamina membantu Kepolisian mengusut siapa aktor intelektual dan motif yang ada di belakangnya, agar penyelidikan dapat dilakukan secara cermat dan obyektif.

“Kilang BBM ini aset Nasional strategis dan terkait dengan ketahanan energi Nasional. Mereka yang merusak atau menyabotase aset Nasional strategis tentunya harus dihukum berat. Ini menyangkut soal keamanan Nasional,” tegas Mulyanto.

Mulyanto sendiri menegaskan dirinya tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kebakaran kilang minyak Cilacap ini. Namun berdasakan hasil penelitian kebakaran kilang Cilacap lima bulan lalu diketahui, bahwa penyebabnya adalah korosi dan petir traveling. Secara perlahan korosi mengikis dinding tangki yang akhirnya bocor/sobek lalu terbakar akibat induksi sambaran petir. 

Apapun skenario hukum kasus ini, baik kebakaran yang disengaja ataupun murni kecelakaan, tidak menggugurkan kewajiban mandatorial Pertamina untuk melaksanakan penjagaan dan perawatan aset strategis Nasional yang ada dalam lingkup penugasannya.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Tags

Terkini

1,4 Juta Vaksin AstraZeneca Kembali Tiba di Tanah Air

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:15 WIB

6 Kebijakan Ketat PLN, Cegah Penyebaran Covid-19

Kamis, 20 Januari 2022 | 10:23 WIB

Tjahjo Kumolo: Tahun ini Pemerintah Tak Terima CPNS

Rabu, 19 Januari 2022 | 20:05 WIB
X