Mendorong Tiga Daerah Tertinggal

Administrator
- Rabu, 7 Januari 2015 | 18:44 WIB

Sebelas tahun, bukanlah waktu yang singkat untuk berjalannya prosesi pembangunan daerah. Namuan demikian, realitasnya hingga memasuki usia yang kesebelas tahun, Pasaman Barat dan Solok Selatan masih bersastus Daerah Tertinggal.

Berdasarkan data Ke­men­terian Negara Pem­bangunan Daerah Tertinggal (2014), di Sumbar masih terdapat tiga daerah penyandang status tertinggal. Selain Pasbar dan Solsel, satu lagi adalah kabupaten Kepulauan Mentawai.

Sebelumnya, di Sumbar terdapat delapan daerah tertinggal. Namun sejak tahun 2014, lima dari delapan daerah tertinggal tersebut sudah berhasil keluar dari status daerah tertinggal. Masing-masing adalah Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Seperti diketahui, definisi daerah tertinggal adalah daerah kabupaten yang relatif kurang berkembang dibanding daerah lain dalam skala nasional dan berpenduduk yang relatif tertinggal. Wilayah kabupaten digunakan sebagai unit terkecil daerah tertinggal dalam strategi nasional sesuai dengan kewenangan otonomi daerah yang sepenuhnya diberikan kepada pemerintah kabupaten.

Penetapan kreteria daerah tertinggal memperhitungkan enam kreteria dasar, meliputi perekonomian masyarakat, sumber daya manusia (SDM), prasarana (infrastruktur), kemampuan keuangan (celah fiskal), aksesibilitas dan karakteristik daerah, serta berdasarkan keberadaannya di daerah perbatasan antarnegara dan gugusan pulau kecil, daerah rawan bencana, dan daerah rawan konflik.

Umumnya daerah tertinggal memiliki kualitas sumber­daya manusia yang rendah, yang dicirikan dengan indeks pembangunan manusia (IPM), rendahnya rata-rata lama sekolah (RLS), angka melek huruf (AMH), dan angka harapan hidup (AHH). Daerah tertinggal umumnya juga memiliki keterbatasan prasarana dan sarana komunikasi, transportasi, air bersih, listrik, irigasi, kesehatan, pendi­dikan, dan pelayanan lainnya sehingga mereka kesulitan melakukan aktivitas ekonomi dan sosial.

Di tengah kemeriahan dan semaraknya peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasaman Barat dan dan Solok Selatan, tentu pantas juga kita menyoal kenapa kedua daerah ini belum juga berhasil keluar dari kategori daerah tertinggal.

Pasbar, misalnya, apa yang kurang dari daerah ini?. Bukankah potensi sumber daya alamnya sangat besar? Lihat saja areal perkebunan kelapa sawit di daerah ini. Luas areal perkebunan kelapa sawit seluruhnya kurang lebih 102.000 hektare. Ini merupakan yang terluas di Sumbar, dan konon sawit Pasbar merupakan produk terbaik di dunia.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

RUU Ibukota Negara Baru, DPR Bentuk 56 Anggota Pansus

Selasa, 7 Desember 2021 | 17:05 WIB

Kebijakan Pemerintah PPKM Level 3 Batal, Ini Alasannya

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:59 WIB
X