Berebut Menjadi Kepala Daerah

- Senin, 9 Februari 2015 | 19:49 WIB

Untuk Pilkada Provinsi Sumbar, incumbent Gubernur Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Muslim Kasim kembali akan bertarung. Tetapi berkemungkinan besar, mereka tidak lagi berpasangan. Sudah terwacana di tengah-tengah publik, keduanya akan menjadi dua poros besar di Pilkada Gubernur Sumbar. Poros Muslim Kasim ditopang dua wakil yakni Shadiq Pasadigoe (Bupati Tanah Datar 2 periode) dan Syamsu Rahim (Walikota Solok dan Bupati Solok).  Sedangkan poros Irwan Prayitno diperkuat oleh dua wakil pula, yakni Joserizal Zain (Wako Payakumbuh 2 periode) dan Nasrul Abit (Bupati Pessel 2 periode). Komposisi paket atau pasangan yang demikian bisa terjadi, apabila nantinya UU Pilkada tetap mengisyaratkan untuk daerah yang jumlah penduduknya di atas 5 juta jiwa, memiliki dua wakil kepala daerah.

Sedangkan di Kabupaten Padang Pariaman, incumbent Bupati Ali Mukhni juga kembali akan maju bertarung. Bisa jadi kekuatan Ali Mukhni tak akan terbendung, sebab hingga saat ini belum ada calon kandidat yang bisa mengimbangi pengaruhnya di kalangan masyarakat Padang Pariaman. Incumbent Bupati Agam Indra Catri juga akan mencalonkan kembali. Meskipun pengaruh Indra Catri begitu besar di Agam, tapi masih banyak selentingan aspirasi dari masyarakat yang ingin ada akselerasi kemajuan dan pembangunan di Agam. Sedangkan Bupati Pasaman Barat Baharuddin kemungkinan tidak  bisa lagi mencalonkan karena sudah dua periode menjadi kepala daerah.

Berikutnya, Bupati Limapuluh Kota Alis Marako, juga tidak dapat lagi mengikuti Pilkada, karena sudah dua kali memimpin Luhak Nan Bungsu. Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadigue  juga tak bisa lagi ikut Pilkada untuk tingkat kota/kabupaten, karena  sudah dua kali menjadi Bupati Tanah Datar, terkecuali untuk Pilkada Gubernur. Dari Kota Solok, yang incumbent Irzal Ilyas juga akan maju kembali. Persaingan di Pilkada Kota Solok  akan cukup sengit, menyusul tidak ada calon kandidat yang dominan kekuatannya, termasuk incumbent sendiri.

Di Kabupaten Solok Selatan, calon kandidat kepala daerah yang muncul adalah incumbent Bupati Muzni Zakaria dan Wakil Bupati Abdul Rahman beserta Ketua DPRD Solok Selatan Khairnunnas. Dinamika Pilkada di Solok Selatan akan cukup menarik, karena adanya dua kubu kekuatan yang akan bertarung. Sedangkan di Pilkada Kabupaten Solok, incumbent Wakil  Bupati Solok Desra Ediwan Anantanur yang akan maju beserta politisi lainnya. Di Kabupaten Sijunjung, calon yang akan bertarung hingga kini yang dominan muncul adalah petahana Bupati Yuswir Arifin dan petahana Wakil Bupati Muchlis Anwar. Bisa jadi keduanya akan bertarung habis-habisan Pilkada nanti. Hubungan keduanya memang sudah lama tidak harmonis. Di Kabupaten Dharmasraya, petahan Bupati Dharmasraya Adi Gunawan akan maju kembali. Berikutnya di Kabupaten Pesisir Selatan, calon yang sudah mulai bermunculan adalah incumbent Wakil Bupati Edytiawarman, mantan anggota DPD RI Alirman Sori dan lainnya.

Masyarakat Sumbar tentu sangat menyadari bahwa pembangunan daerah ini sudah cukup jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia, tak terkecuali di Sumatera. Pembangunan Sumbar dulu sampai tahun 1990-an hanya tertinggal oleh Sumatera Utara saja. Tapi sejak tahun 2000-an, pembangunan Sumbar sudah tertinggal oleh Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Riau. Sejak beberapa tahun terakhir Sumbar juga sudah disalib oleh Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Provinsi Jambi. Artinya, kini pembangunan Sumbar hanya berada pada urutan keenam di kawasan Sumatera, setelah Sumut, Sumsel, Riau, Kepri dan Jambi.

Kondisi ini mestinya menjadi perhatian penting oleh seluruh bakal calon kepala daerah yang akan ikut bertarung di Pilkada Provinsi/Kota/Kabupaten di Sumbar tahun 2015/2016. Mereka mesti memiliki visi dan misi yang jelas untuk membangun dan memajukan Sumbar. Tidak semata-mata hanya mengejar kekuasan belaka. Demikian pula dengan Parpol, jangan hanya sekedar untuk memenangkan Pilkada, tapi tidak memiliki konsep, visi dan misi yang jelas untuk Sumbar ke depan.  **

Editor: Administrator

Terkini

X