Pendidikan dan Urgensinya

- Minggu, 15 Februari 2015 | 19:27 WIB

Sebuah fakta yang mem­buktikan bahwa pendidikan juga menentukan tingkat keba­hagiaan seseorang. Jika dilihat dari aspek komunikasi, salah satu penyebab mengapa pendi­dikan menjadi salah satu pe­nye­bab rendahnya ke­ba­hagiaan di Sumbar adalah karena kurangnya komunikasi yang efektif yang terjadi di lingkungan pendidikan, baik itu komunikasi antara guru dan siswa, komunikasi antara sesama siswa, komunikasi antara siswa dan keluarga, komunikasi antara guru dan keluarga siswa, bahkan ko­muni­kasi sesama guru di sekolah.

Sejarah umat manusia me­ru­pakan sejarah komunikasi, karena hampir seluruh dari kehi­dupan manusia dima­napun adanya selalu terjadi suatu komunikasi, baik itu komunikasi secara peribadi maupun kelompok, secara langsung maupun tidak lang­sung. Adapun fungsi dari ko­mu­nikasi itu sendiri adalah memberi keterangan, data atau fakta yang berguna bagi segala aspek kehidupan manusia. Sedangkan arti komunikasi itu sendiri definisinya banyak sekali. Louis Forsdale seorang ahli komunikasi dan pen­di­dikan memberikan satu defe­nisi yang sangat baik dan sa­ngat sederhana yaitu bahwa “Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu sistem dibentuk, dipelihara, dan diu­bah dengan tujuan bahwa si­nyal-sinyal yang dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai de­ngan aturan”. Dalam ke­hidupan sehari hari manusia berkomunikasi dengan orang lain, demikian juga senantiasa kita semua memerlukan sarana komunikasi untuk dapat mengungkapkan gagasan, ide – ide, perasan, dan segala hal yang berkaitan dengan komunikasi. Kita tidak mungkin hidup dengan baik bila kita tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain, baik itu adik, ka­kak, saudara, dan masyarakat.

Kenyataan bahwa kita ti­dak dapat hidup tanpa komu­nikasi diungkapkan oleh Ste­ven W. Vannoy dalam bukunya anugrah terindah untuk anan­da yaitu “tanpa Anugrah ko­munikasi, anak-anak kita tak akan tahu cara mengung­kap­kan kreatifitas dan ima­jinasi alamiah mereka. Lebih buruk lagi, mereka tidak akan bisa benar-benar mendengar apa yang di katakan orang lain kepada mereka. Anak-Anak bagi orang tua adalah anugrah terbesar yang telah diberikan oleh tuhan. Untuk itulah setiap orang tua mengiginkan yang terbaik bagi anak-anakya. Un­tuk mewujudkan apa yang menjadi keinginan, secara sadar maupun tidak sadar orang tua selalu berkomu­nikasi dengan anak-anaknya. Dengan melakukan ko­muni­kasi maka orangtua dapat mengarahkan dan mendidik anak-anaknya menjadi lebih baik. Dalam beberapa kasus memang pernah terjadi bahwa ada orang tua yang secara tidak sadar telah meninggalkan ko­munikasi yang aktif dengan anak-anaknya karena kesi­bukan-kesibukan yang menun­tut mereka untuk secara rutin mengerjakan kesibukan-kesi­bukan tersebut, namun yang menjadi masalah yang se­be­narnya adalah bukannya ba­gaimana orang tua sering ber­temu dengan anak-anaknya melainkan bagaimana setiap orang tua bisa memanfaatkan waktu saat bertemu anak-anak dengan sebaik-baiknya.

Kita sering mendengar bah­­­wa ada orang-orang yang diberi anugrah yang luar biasa dalam kepandaian, namun ternyata dalam kehidupan mereka kurang berhasil. Salah satu penyebab dari ketidak berhasilan mereka adalah karena mereka kurang dapat mengkomunikasikan apa-apa yang menjadi ide ataupun pemikirannya kepada orang lain. Seseorang dapat dinilai kurang baik di masyarakat hanya karena orang tersebut kurang dapat bergaul ataupun berkomunikasi dengan masya­rakat sekitarnya, padahal orang tersebut sebenarnya baik, atau seorang murid yang dijauhi teman – temanya hanya karna murid tersebut ternyata lebih suka diam di banding teman - temannya sehingga di anggap sombong atau dianggap tidak mau bergaul dengan teman – temannya.

Dalam pendidikan, ko­munikasi memegang peranan yang penting, karena tanpa komunikasi, pendidikan tidak mungkin dapat berjalan. Dalam bentuknya, komunikasi pen­didikan terjadi dalam bentuk umpan balik antara murid de­ngan guru. Dengan umpan balik tersebut maka, seorang guru akan tahu perkembangan yang terjadi pada murid-mu­ridnya. Hal yang tidak kalah pen­tingnya adalah komunikasi antara orang tua dengan anak-anak­nya. Rumah bagi seorang siswa adalah lembaga pen­didikan yang pertama dan uta­ma sebe­lum mereka masuk sekolah dan akan terus ber­pengaruh saat mereka ber­sekolah. Orang tua yang sadar akan pentingnya komu­nikasi akan berusaha un­tuk mela­kukan komunikasi yang ko­munikatif. “komu­nikasi yang komunikatif arti­nya apa­bila terjadi komunikasi antara dua orang atau lebih dan mengerti bahasa yang diper­gunakan, juga mengerti makna dari bahan yang diperca­kapkan”.

Nah, bagaimana dengan komunikasi yang telah kita ciptakan ditengah-tengah du­nia pendidikan yang ada di Sumatera Barat mengingat pendidikan menjadi salah satu indikator yang sangat penting untuk mencapai kebahagiaan. Semua itu kembali lagi kepada seluruh aspek yang terlibat didalamnya, baik itu pe­merintah, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat tentunya. Apa­kah bahagia itu kita sen­diri yang tentukan? Pastinya. (*)

 

WULAN OKTARIANI
(Mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi Fisip Unand)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Memasuki Era Endemi Covid-19, Siapkah Indonesia?

Selasa, 26 Oktober 2021 | 11:15 WIB
X