UU Pilkada Buka Peluang Kepada Generasi Muda

- Kamis, 26 Februari 2015 | 19:17 WIB

Hingga akhir Februari 2015 atau 10 bulan menjelang pesta demokrasi Pilkada digelar di 13 kota/kabupaten se-Provinsi Sumbar dan termasuk Pilkada Sumbar dari deretan calon kandidat yang sudah bermunculan di Pilkada kabupaten/kota dan provinsi  se-Sumatera Barat, sosok muda masih sangat minim. Calon kandidat kepala daerah masih didominasi oleh para politisi, birokrat/mantan birokrat, pengusaha, praktisi yang sudah senior atau berumur di atas dari 50 tahun.

Kalangan muda yang muncul di ajang Pilkada masih sangat sedikit jumlahnya. Tentu saja ini menimbulkan berbagai pertanyaan. Apakah kaum muda tidak tertarik terjun ke politik atau tepatnya jadi kepala daerah? Tidak punya uang? Tidak percaya diri? Atau memang para senior yang tidak memberikan kesempatan kepada kaum muda? Pertanyaan-pertanyaan itu sebaiknya dijawab oleh kalangan muda.

Seyogianya, kalangan generasi muda memanfaatkan kesempatan untuk ikut bertarung dalam Pilkada. Semangat, motivasi, kejujuran, energi, pikiran dan kesempatan generasi muda jauh lebih besar besar ketimbang para senior. Kelebihan generasi seperti itu menjadi modal besar untuk menjawab kebutuhan daerah dalam membangun dan mengejar segala ketertinggalan. Maju dan terpilihnya pemimpin muda di Pilkada, juga sangat berarti untuk meningkatkan masa produktif manusia kota/kabupaten se-Sumbar dan Indonesia pada umumnya.

Terpilihnya generasi muda dalam Pilkada juga akan memompa motivasi dan kepercayaan generasi muda lainnya untuk berkiprah, baik di politik, dunia usaha, profesional dan lain sebagainya. Karena dalam praktiknya sekarang, masih banyak generasi muda Sumbar dan Indonesia pada umumnya yang sudah berusia 25-30 tahun, hidupnya masih menjadi tanggungan orang tuanya. Padahal sebenarnya di usia tersebut mereka sudah bisa berkiprah menjadi walikota/bupati bahkan gubernur sekali pun.

Ketika dihadapkan pada kondisi dan realitas tersebut, kita teringat pidoto Presiden RI Soekarno tentang kedahsyatan para pemuda. Dalam pidatonya, Presiden Soekarno menyatakan, “Beri aku seribu orang tua, niscaya akan ku cabut Semeru dari akarnya. Atau “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia.” Begitulah Presiden Soekarno menilai betapa besarnya potensi yang ada pada diri pemuda ketimbang para orang tua alias senior. Jangankan kota/kabupaten atau Sumbar dan Indonesia, sedangkan dunia saja sanggup diguncang oleh 10 pemuda Indonesia. Tentu saja kita berharap akan banyak pemuda yang tertarik dan memanfaatkan kesempatan secara  optimal pada Pilkada.

Ada baiknya kaum muda menjadikan para pemimpin Sumbar yang berkiprah di usia muda sebagai referensi. Mereka adalah (alm) Harun Zain, yang menjadi Gubernur Sumbar saat usianya masih 39 tahun. Dia dikenal sebagai Gubernur Sumbar terhebat dan juga menjadi rektor Unand di  usia 37 tahun. Azwar Anas menjadi gubernur di usia 44 tahun, Hasan Basri Durin pada usia 52 tahun, Zainal Bakar 60 tahun, Gamawan Fauzi 48 tahun dan Irwan Prayitno 47 tahun.

Di Sumbar, ada 13 kota/kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada 2015, plus Provinsi Sumatera Barat yang akan memilih Gubernur. Daerah Kota/Kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada serentak adalah; Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi. Berikutnya, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pasaman, Kota Bukittinggi, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Pessel. **

Editor: Administrator

Terkini

Kelanjutan PPKM Level 4 Dibahas Hari Ini

Minggu, 25 Juli 2021 | 09:10 WIB
X