Antisipasi Kebocoran Soal UN

- Senin, 2 Maret 2015 | 19:24 WIB

Perusahaan BUMD Sumbar PT Grafika akan mencetak seluruh soal dan lembar jawaban UN, mulai dari tingkat SLTP dan SLTA dengan nilai kontrak Rp2,54 miliar. PT Grafika akan mencetak 16 juta halaman soal dan lembaran jawaban UN. Pencetakan sudah dimulai dari Jumat (27/2) lalu untuk naskah soal SMA. Sementara UN SMP proses percetakan akan dimulai 5 Maret 2015.

Menanggapi kesangsian akan terjadinya kebocoran soal, Direktur PT Grafika, Dasril mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk mengantisipasi kebocoran soal. Direncanakan, dalam satu hari akan ada empat personil kepolisian melakukan pengawalan. Selain kepolisian, pegawai yang nantinya akan bekerja mencetak soal juga sudah menandatangani pakta integritas untuk menjaga kerahasiaan soal UN.

PT Grafika diberikan tenggat waktu 88 hari kerja untuk mencetak semua lembar soal dan lembar jawaban UN. Dasril optimis bisa mengerjakan percetakan ini dan bahkan ia yakin pekerjaan ini bisa dirampungkan lebih cepat, dengan mengerahkan empat mesin utama dan dua mesin cadangan yang dimiliki PT Grafika. Untuk mencetak naskah soal dan lembar jawaban UN SLTA bisa dirampungkan 13 hari kerja, walaupun targetnya 16 hari kerja. Untuk menghindari soal tertukar PT Grafika akan menerapkan metode penyelesaian cetak dan pengemasan per bidang studi dan langsung dibagi per kabupaten/kota.

Kesangsian akan terjadinya kebocoran soal UN benar-benar perlu mendapat perhatian serius dari pihak-pihak yang bertanggung jawab. Dalam hal ini tentunya panitia persiapan dan panitia penyelenggara UN, Dinas Pendidikan Provinsi dan Kota/Kabupaten para kepala sekolah dan guru. Tujuan UN adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan, bukan untuk berlomba-lomba menaikan angka kelulusan dan nilai hasil UN siswa dengan cara-cara yang tidak mendidik.

Artinya, ketika terjadi kecurangan berupa pembocoran  soal UN, kunci jawaban dan lain sebagainya, sama saja halnya dengan mengadali maksud dan tujuan penyelenggaraan UN. Siswa peserta UN juga dididik untuk melakukan cara-cara yang tidak jujur untuk mendapatkan nilai tinggi. Tanpa disadari pihak-pihak yang terlibat dalam upaya membocorkan soal UN sama saja tindakannya dengan meracuni mental dan spiritual siswa peserta UN menjadi orang-orang yang tidak jujur. Karena itu, patut dihargai ungkapan kesangsian kebocoran soal UN sebagaimana yang diutarakan oleh Prof Dr Jamaris Jamna MPd. Dengan demikian pihak-pihak berwenang bisa  melakukan tindakan antisipatif lebih awal. Sehingga dengan demikian berbagai upaya kecurangan bisa dideteksi dan diantisipasi lebih dini.

Sebagaimana juga yang telah diketahui UN tahun 2015 masih dilaksanakan secara manual meski sebelumnya ada wacana UN akan dilakukan secara online. Hanya saja UN 2015 dihantui kebocoran soal, mengingat soal dicetak di Sumbar dan tahun sebelumnya hasil investigasi kebocoran terjadi di percetakan. Tak banyak berbeda dengan tahun lalu terkait tata cara pelaksanaan UN. Hanya saja yang sedikit berbeda dari tahun lalu untuk percetakan soal UN tahun ini. Sebelumnya dicetak di luar Sumbar, namun tahun ini 16 juta halaman soal UN akan dicetak di Perusahaan Daerah (Perusda) PT Grafika Sumbar.

Berdasarkan jadwal Kementerian Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah, pelaksanaan UN tahun 2015, untuk tingkat SMA/SMK dan sederajat akan dilaksanakan tanggal 13 hingga 15 April 2015, sedangkan untuk tingkat SMP sederajat akan dihelat pada tanggal 4 hingga 7 Mei 2015. **

Editor: Administrator

Terkini

Terpopuler

X