Kembali Memperkuat KPK

- Selasa, 3 Maret 2015 | 19:16 WIB

Berikutnya Abraham Samad juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pertemuan dengan pimpinan elit parpol terkait dengan wacana pencalonannya sebagai wapres pendamping Capres Joko Widodo (Jokowi).

Penetapan keduanya sebagai tersangka erat kaitannya dengan penetapan calon Kapolri yang batal dilantik presiden, Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan rekening gendut. Begitu Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka, Bareskrim Polri pun langsung bereaksi dan menangkap Bambang Widjojanto dengan tuduhan meminta orang lain memberikan kesaksian palsu dalam sidang perkara Pilkada Kotawaringin di KPK.

Berikutnya KPK lagi-lagi menetapkan Abraham Samad sebagai tersangka dalam kasus lainnya. Dua pimpinan KPK selain Abraham dan Bambang, yakni Zulkarnain dan Adnan Pandu Para juga sudah bersiap-siap untuk ditetapkan sebagai tersangka.

Komjen Budi Gunawan melakukan perlawanan dengan mengajukan gugatan praperadilan ditetapkannya dia sebagai tersangka oleh KPK. Sidang pun digelar dengan hakim tunggal  Rizaldi Sarpin SH. Ujung-unjungnya tuntutan dari Komjen Budi Gunawan diterima sebagian dan Hakim Sarpin menyatakan bahwa KPK tidak  berhak menetapkan Komjen sebagai tersangka. Putusan Sarpin tersebut menjadi pukulan hebat bagi KPK dan juga pukulan telak bagi perjuangan melawan korupsi diu tanah air.

Dalam kondisi yang demikian, Presiden Jokowi juga membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri dan mencalonkan Wakapolri Komjend Badrodin  Haiti sebagai calon tunggal. Dua pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto dinonaktifkan dari KPK dan dipilih Taufiequrachman Ruki, Indiriyanto Seno Adjo dan Djohan Budi. Berikutnya pimpinan KPK setelah bertemu dengan Polri dan Kejaksaan Agung memutuskan kasus dugaan rekening gendut Komjen Budi Gunawan dilimpahkan ke Kejagung. Begitu tiba di Kejagung, ternyata ditolak dan dilimpahkan lagi ke Polri.

Ujung-ujungnya ratusan pegawai KPK menggelar unjuk rasa, Selasa (3/3) atas keputusan pelimpahan berkas kasus Komjend Budi Gunawan dari KPK ke Kejagung dan selanjutnya bermuara di Polri. Mereka arahnya meminta  komitmen dari pimpinan KPK untuk memberantas korupsi di tanah air. Tentu saja ada indikasi kesangsian  pegawai KPK terhadap jajaran pimpinan KPK terhadap ko­mitmennya dalam menumpas

Ratusan karyawan KPK menggelar aksi dengan mem­bubuhkan tanda tangan di kain putih. Hal itu sebagai sebagai bentuk penolakan mereka terhadap kebijakan pimpinan KPK melimpahkan kasus BG ke Kejagung.

Kain putih ini kemudian dibentangkan memanjang di pilar-pilar di pintu masuk di depan gedung KPK. Selain tanda tangan, ada juga berbagai tulisan yang memberikan dukungan terhadap KPK. Beberapa tulisan ini adalah ‘kami butuh pejuang bukan Plt penyakitan, loyo, tua, lawan koruptor, save KPK. Lalu ada juga tulisan ‘hentikan pembusukan KPK dari dalam’ dan ‘kita belum kalah’.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Status Irjen Napoleon Ditentukan Pekan Depan

Sabtu, 25 September 2021 | 22:20 WIB

Hari Ini Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 2.137

Sabtu, 25 September 2021 | 19:45 WIB

Ini 7 BUMN yang Mau Dibubarkan Erick Thohir

Sabtu, 25 September 2021 | 19:30 WIB

Mana yang Mahal Harga BBM RI atau Malaysia?

Sabtu, 25 September 2021 | 18:22 WIB
X