Metode Qur‘ani Solusi Untuk Demoralisasi Remaja

- Selasa, 10 Maret 2015 | 19:34 WIB

Banyak sekali ayat-ayat Al-Quran dalam penyampaian pesan menggunakan perum­pamaan-perumpamaan. Ada­ka­lanya Tuhan mengajari umat manusia dengan membuat perumpamaan. Cara seperti itu dapat juga digunakan oleh guru dalam mengajar. Pengung­kapannya tentu saja sama de­ngan metode kisah, yaitu de­ngan berceramah atau mem­baca teks.

Metode ini akan membantu peserta didik memahami kon­sep abstrak, di samping juga dapat merangsang kesan terha­dap makna yang tersirat dalam perumpamaan tersebut. Dan memberikan motivasi kepada pendengarnya untuk berbuat amal baik dan menjauhi keja­ha­tan. Yang jelas, hal ini amat penting dalam pendidikan Islam.

5.  Metode Ibrah-Mauiz­hah (Pelajaran-Nasehat)

Ibrah ialah suatu kondisi psikis yang menyampaikan manusia kepada intisari se­suatu yang disaksikan dan yang dihadapi dengan meng­guna­kan nalar, yang menye­babkan hati mengakuinya. Adapun mau‘idzah ialah nasihat yang lembut yang diterima oleh hati dengan cara menjelaskan paha­la atau ancamannya.

Pendidikan Islam mem­berikan perhatian khusus kepa­da metode ibrah agar pelajar dapat mengambilnya dari ki­sah-kisah dalam al-Quran, sebab kisah-kisah itu bukan sekedar sejarah, melainkan sengaja diceritakan Tuhan ka­re­na ada pelajaran (ibrah) yang penting di dalamnya. Pendidik dalam pendidikan Islam harus memanfaatkan metode ini.

Mau‘izah berarti tadzkir (peringatan). Yang memberi nasihat hendaknya berulang kali mengingatkan agar nasihat itu meninggalkan kesan se­hing­ga orang yang dinasihati tergerak untuk mengikuti nasi­hat itu.

6.  Model Uswah Hasa­nah, sangat tepat bagi pena­naman nilai-nilai ketela­danan guru pada murid di berbagai jenjang pendidikan, terutama dalam membina akhlak.

Keteladanan merupakan upaya kongkret dalam mena­namkan nilai-nilai luhur kepa­da peserta didik. Karena secara psikologis anak memang se­nang meniru, tidak saja yang baik, yang jelekpun ditirunya. Sifat peserta didik itu diakui dalam Islam. Umat mene­ladani nabi, nabi mene­ladani al-Quran. Aisyah per­nah ber­ka­ta bahwa akhlak Rasulullah saw. itu adalah al-Quran. Pri­ba­di rasul itu adalah inter­pretasi al-Quran secara nyata.

Metode-metode pembe­lajaran Qurani tersebut pen­ting diaplikasikan dalam rang­ka pembelajaran terhadap peserta didik. Tidak terbatas pada Pendidikan Agama Islam saja, tetapi juga pendidikan umum lainnya yang diinter­grasikan kepada ajaran al-Quran al-Karim. Di sini anak akan diajarkan untuk men­cintai Allah dan Rasul-Nya.

Persoalan bagaimana me­na­namkan rasa iman, rasa cinta kepada Allah, rasa nikmat beribadah, rasa hormat kepada orang tua, rasa ingin senantiasa berada pada jalan yang benar dan sebagainya, agaknya sulit ditempuh dengan cara pende­katan empiris atau logis. Dan metode-metode tersebut, se­mua­nya bertujuan lebih dari sekedar pembangunan karak­ter (character building) yang akhir-akhir ini marak dikam­panyekan dalam dunia pendi­dikan Indonesia, tapi juga upaya untuk menjadi manusia seutuhnya (Insan Kamil). Semoga !!!.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

2 Kunci Pengendalian Covid-19 Ala Presiden, Simak!

Rabu, 22 September 2021 | 16:15 WIB

Sabar! Pemerintah Belum Putuskan Cuti Bersama 2022

Rabu, 22 September 2021 | 13:07 WIB
X