Efek Kemenangan Golkar Ancol

Administrator
- Rabu, 11 Maret 2015 | 19:48 WIB

Generasi Tua

Golkar bisa dikatakan se­ba­gai partai veteran, masa ideologis partai ini masih bekas “pengagum” Orde Baru. Kehawatiran yang akan dite­rima oleh Golkar untuk kede­pan adalah dengan memu­darnya generasi tua dalam perpolitikan  Golkar masa depan. Munculnya, kebijakan yang memenagkan Agung Lak­sono dalam “sengketa internal” soal pemegang kepengurusan yang sah. Ini adalah solusi bagi Golkar, sebagai partai yang banyak menarik kader baru dalam kepengrusan Golkar akan memberikan arah baru, komposisi kepengrusan Gol­kar dalam mempersiapakan estafet yang cepat kepe­mimpinan generasi muda.

Golkar Ancol yang ber­gabung dengan Agung Lak­sono, lebih dominan pada persatuan organisasi sayap yang ingin berperan dalam “kepengurusan “partai. Seba­gai partai yang panjang kade­risasinya, Golkar membuka peluang tersebut dengan mun­culnya “kepengurusan” gene­rasi muda, dalam kepe­mim­pinan Agung Laksono.

Memang tak terlalu tua juga kepengurusan Ical, tetapi ke­kuatan di kepengurusan Ical tak memberikan peluang kepa­da kader-kader pontensial dari organisasi sayap Golkar untuk ber­karir di kepengrusan Gol­kar. Hal inilah, yang kita sambut positif dari keme­nangan dari kepengurusan Golkar, yang disahkan oleh pemerintah. Pengaruh kekua­tan modal Ical dalam mem­bangun partai dengan pundi-pundi uang. Menyebabkan, pergerakan dan mesin partai tidak militan sampai ke akar dalam garis ideologi yang terjaga.

Harapan kader baru, untuk berperan dalam “politik na­sional” adalah terobosan Gol­kar sebagai partai yang banyak melahirkan pentolan-pentolan politisi papan atas. Dalam berpolitik yang ma­tang, Gol­kar selalu menjadi kiblat partai lainnya dalam mengelola sum­ber daya anggaran dan manu­siannya. Kita berharap, Golkar tak menjadi partai dinasti, yang menghambat pergerakan ka­der-kader terbaik Indonesia untuk berproses di Golkar.

Kepemimpinan Agung Lak­­sono, dengan merangkul anak-anak muda yang ada di barisan organisasi sayap partai, bukti bahwa Golkar menjadi alternatif partai yang tak bisa dianggap sepele dalam per­politikan Indonesia dari masa ke masa.***

 

ARIFKI
(Analis Politik Dan Pemerintahan UKM Pengenalan Hukum Dan Politik Universitas Andalas)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Industri Nasional Terus Ciptakan Teknologi Baru

Rabu, 1 Desember 2021 | 21:25 WIB
X