Indonesia Darurat Narkoba!

Administrator
- Rabu, 11 Maret 2015 | 19:58 WIB

Bisnis Haram

Bisnis barang haram ini sangat menggiurkan dari segi ekonomi. Bisnis Narkoba bisa mendapatkan uang dan banyak dalam waktu sing­kat. Melalui jaringan dunia yang mampu melewati batas negara, bisnis Narkoba berkembang tiada henti. Kondisi ini sangat meng­giurkan bagi mereka yang ingin segera kaya dengan jalan pintas.

Sementara itu bagi pemakai, awalnya sekadar coba-coba. Namun lama-lama kecanduan.

Generasi muda yang longgar pengawasan sangat cepat terpikat setelah mendapatkan nikmat meng­konsumsi Narkoba. Sungguhpun akhirnya merasakan bahaya me­ngintai nyawanya, karena sudah candu, akan sulit lepas. Begitulah bisnis ini bisa mencari mangsa dengan mudah. Setelah dapat tidak akan bisa lepas lagi jika tidak cepat-cepat disadari. Selain menguras uang keluarga juga akan berimbas kejaha­tan di lingkungan kecil dan lama-lama berkembang menjadi tindak kri­minal yang merugikan masya­rakat.

Kini beberapa pengedar kelas kakap akan dieksekusi mati setelah tak mendapatkan grasi dari Pre­siden. Walau keputusan hukuman mati ini masih pro dan kontra, harapan besar ada efek jera bagi pengedar yang belum tertangkap bisa terjadi. Tetapi tidak sangat men­jamin, mengingat, bisnis ini sekali tersentuh sulit keluar dari lingkaran setan yang mengitarinya. Itulah yang paling berbahaya. Mereka yang belum tersentuh hukum masih bebas berkeliaran mencari korban baru. Hebatnya, bisa menjalankan bisnis ini dari balik jeruji besi.

Menilik persoalan pelik darurat Narkoba ini, perlu ada program yang matang dari seluruh lini, jika benar-benar bersungguh-sungguh untuk membasmi bahaya bagi generasi muda. Program pemerintah harus dimulai dari deteksi dini melalui gerakan kesadaran dalam keluarga, penjagaan ruang dan kesempatan yang selalu dilakukan. Misalnya, dunia pendidikan dan dunia malam diperketat hingga memperkecil usaha berkembangnya sebuah ling­ka­ran baru.

Pola umumnya terlibatnya seseo­rang sebagai pecandu dan pengedar, biasanya kebebasan yang diberikan keluarga. Longgarnya sistem hu­kum, lemahnya pemahaman agama, menipisnya budaya malu, serta minimnya kesadaran kolektif ma­sya­rakat terhadap bahaya Narkoba. Didukung pula faktor ekonomi yang menggiurkan dalam bisnis ini.

Sejak dari Keluarga

Memang terasa klise jika meng­ingatkan agar kewaspadaan dimulai sejak dari tingkat keluarga inti, keluarga besar, kaum hingga tingkat komunal paling besar. Selalu ada yang mampu memberi pencerahan kepada sanak keluarga. Kita me­nyadari, tergerusnya nilai-nilai moral dalam kehidupan, kian long­garnya ikatan sosial, ikatan keluarga, sangat memungkinkan pelarian generasi muda ke bisnis ini. Ditam­bah lagi kesempatan kerja makin sempit untuk didapatkan.

Kita membutuhkan aparatur hukum yang kuat agar penegakan hukum berjalan tegas. Oknum apa­rat yang terlibat juga harus dihukum berat. Sering sekali lingkaran setan Narkoba ini juga merembet ke penegak hukum. Terakhir, selain keluarga, harusnya dunia pendi­dikan, lingkungan pergaulan mampu menjadi benteng kesadaran bahaya Narkoba. Yang selalu mengusung tanpa jemu penanaman nilai-nilai agama sedari dini sehingga tumbuh prinsip baik buruk kehidupan gene­rasi muda.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pulihkan Lokasi Bekas Tambang, Jokowi Tanam Pohon

Rabu, 8 Desember 2021 | 19:51 WIB

Jokowi Resmikan Bandara Tebelian di Sintang

Rabu, 8 Desember 2021 | 15:15 WIB

Farid Okbah Resmi Ditahan Polisi 120 Hari ke Depan

Rabu, 8 Desember 2021 | 12:15 WIB

Diungkap, Begini Hasil Tes Kejiwaan Siskaeee

Rabu, 8 Desember 2021 | 11:30 WIB

Astra Buka Lowongan Kerja Lulusan S1, Ayo Daftar

Rabu, 8 Desember 2021 | 09:55 WIB

Bansos Tunai Cair Lagi, Jumlahnya Sampai Rp3 Juta

Rabu, 8 Desember 2021 | 09:45 WIB

KSAD Temui Menko Polhukam Bahas Pengamanan Papua

Rabu, 8 Desember 2021 | 08:55 WIB
X