Islah Cuma Sementara

Administrator
- Rabu, 27 Mei 2015 | 20:41 WIB

Golkar kubu Agung Laksono sampai saat ini masih menunggu proses hukum banding, setelah PTUN Jakarta menerima gugatan Aburizal Bakrie atas SK Kepengurusan DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono yang dikeluarkan oleh Menkum HAM. Jika ada keputusan yang incrah, maka kubu itulah nantinya berhak atas kepengurusan DPP Partai Golkar.

Selain Partai Golkar ada lagi PPP yang akan melakukan hal yang sama, yakni islah. PPP yang pecah menjadi dua kubu, yakni kubu Djan Fariz dan kubu Romahurmuziy juga mulai mencari jalan keluar berupa islah sementara, agar pertai berlambang Ka’bah itu dapat mengikuti Pilkada serentak di berbagai provinsi/kabupaten/kota. Sedangkan untuk islah secara keseluruhan hingga kini belum tampak  upaya dan jalan ke arah tersebut.

Dalam KKBI, islah artinya perdamaian (tentang penyelesaian pertikaian) KKBI. Sedangkan islah dalam bahasa Arab berarti memperbaiki, mendamaikan dan menghilangkan sengketa atau kerusakan. Berusaha men­ciptakan perdamaian, membawa keharmonisan, mengan­jurkan orang untuk berdamai antara satu dan lainnya, melakukan perbuatan baik berperilaku sebagai orang suci (baik) adalah bentuk-bentuk dari islah.

Pengertian yang beragam itu berasal dari makna islah yang disebut dalam Alquran, yaitu dalam Surah Al-Baqarah ayat 220 dan 228, di Surah An-Nisa’ ayat 35 dan 113, Surah Hud ayat 87, serta Surah Al-A’raf ayat 55 dan 85.

Sementara dalam bentuk perintah, kata ini disebutkan lima kali, di dalam Surah Al-A’raf ayat 142, Al-Anfal ayat 1, Al-Hujurat ayat 9 dua kali, dan dalam ayat 10. Dalam bahasa Arab modern, istilah ini digunakan untuk pengertian pembaruan (tajdid).

Islah merupakan kewajiban bagi umat Islam, baik secara personal maupun sosial. Penekanan islah ini lebih terfokus pada hubungan antara sesama umat manusia dalam rangka pemenuhan kewajiban kepada Allah SWT.

Tentu saja upaya damai sementara yang dilakukan oleh dua kubu internal Golkar dan dua kubu internal PPP perlu diapresiasi. Ternyata dalam kondisi terjepit, kedua belah pihak pada kedua parpol masih memiliki pikiran yang relative jernih dan pertimbangan  untuk kepentingan yang lebih besar. Dalam hal ini adalah agenda Pilkada serentak yang dilaksanakan oleh provinsi/kabupaten/kota seluruh Indonesia yang membuat dua faksi pada masing-masing partai politik itu untuk bisa islah.

Mengingat banyak dan sangat peliknya berbagai per­soalan bangsa saat ini, maka sangat diharapkan islah dua parpol besar itu tidak hanya cukup pada batas kepentingan Pilkada saja. Tapi lebih dari pada itu, islah dua parpol itu hendaklah permanen, sehingga bisa fokus  untuk me­nyelesaikan berbagai masalah bangsa.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Jokowi Minta Polri Turut Kawal Realisasi Investasi

Jumat, 3 Desember 2021 | 19:05 WIB

Jokowi Tinjau Terminal BBM di Bali

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:43 WIB

Bali Bakal Jadi Lokasi IPU Tahun Depan

Jumat, 3 Desember 2021 | 13:50 WIB
X