Calon Hakim Agung Dituding Bermasalah

- Senin, 28 Maret 2016 | 03:49 WIB

JAKARTA, HALUAN — Koalisi Pemantau Peradilan (KPP) menilai banyak calon hakim agung yang bermasalah. Mereka dianggap tidak memenuhi prasyarat yang harus dipenuhi hakim agung.

Sebanyak 86 calon telah dinyatakan lolos seleksi administrasi oleh Komisi Yudisial. Saat ini, institusi pemantau hakim tersebut masih mencari delapan hakim agung yang dibu­tuhkan Mahkamah Agung.

Peneliti KPP Erwin Natosmal Oemar mengatakan, penilaian atas beberapa calon hakim agung yang dianggap ber­masalah tersebut dilihat dari rekam jejaknya. Keikutsertaan mereka, kata Erwin, merupakan ancaman bagi lembaga peradilan Mahkamah Agung.

Namun Erwin belum berani menyebutkan nama calon hakim agung yang dinilai bermasalah itu. Selama ini pihaknya masih melakukan pemetaan awal dan masih terus melakukan investi­gasi atas dugaan tersebut.

“Kami belum bisa memas­tikan berapa jumlahnya, tapi ada beberapa orang yang kami anggap bermasalah,” kata Erwin saat ditemui di kantor Lembaga Ban­tuan Hukum Jakarta, Jakarta, Minggu (27/3).

Erwin mengatakan, reformasi birokrasi di Mahkamah Agung masih mengalami berbagai masa­lah. Dia menilai masih ada mafia peradilan di dalam tubuh Mahka­mah Agung.

Dia berharap peran Komisi Yudisial tak hanya sekadar me­nyeleksi hakim agung, tetapi juga mendorong percepatan refor­masi peradilan. Karena itu, tam­bahnya, Komisi Yudisial harus bisa menimbang calon hakim agung yang memiliki kredibilitas.

“Tertangkapnya petinggi MA beberapa waktu lalu, meng­indikasi bahwa masih ada jejaring mafia peradilan di dalam Mah­kamah Agung,” katanya.

Sementara peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Miko Ginting menilai, banyak calon hakim agung yang dianggap bermasalah karena tidak meme­nuhi kriteria kompetensi, kre­dibilitas, maupun integritas.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Kerumunan Ritual Mistis Dibubarkan Polsek Nongsa

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:10 WIB

Ngabalin Yakini Jokowi Bisa Mengatasi Pandemi

Jumat, 23 Juli 2021 | 14:20 WIB
X