KPK Akhirnya Tahan Tersangka Sukotjo

- Selasa, 29 Maret 2016 | 03:23 WIB

JAKARTA, HALUAN — Ko­misi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Di­rek­tur Utama PT Inovasi Tek­nologi Indonesia Sukotjo S Bambang. Sukotjo ditahan setelah lebih kurang empat tahun menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan si­mu­lator Surat Izin Mengemudi (SIM) di Korps Lalu Lintas Polri.

“Untuk kepentingan penyi­dikan dugaan korupsi terkait pengadaan simulator SIM, penyidik KPK melakukan pe­na­hanan terhadap tersangka SSB. Tersangka ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Gun­tur,” ujar Kepala Bagian Pem­beritaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Jakarta, Senin (28/3).

Sebenarnya, Sukotjo se­lama ini telah berada di dalam tahanan di Lembaga Pe­masya­rakatan Kebun Waru Bandung, Jawa Barat. Ia menjadi ter­pidana dalam kasus kasus pe­nipu­an dan penggelapan. Na­mun, Sukotjo dinyatakan bebas bersyarat pada 3 Januari 2014 lalu.

Sukotjo dianggap memiliki informasi penting untuk KPK seputar kasus simulator SIM dan pengadaan plat nomor kendaraan bermotor di Kor­lantas Polri.

Penetapan Sukotjo sebagai tersangka dilakukan pada 1 Agustus 2012 silam, bersamaan dengan penetapan tersangka lainnya yang telah menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Adapun, tersangka lainnya yakni, Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA) Budi Susanto dan Wakil Kepala Korps Lalu Lin­tas (Korlantas) Polri Brigadir Jenderal (Pol) Didik Purnomo.

Penetapan ketiganya meru­pakan pengembangan pen­yi­dikan atas perkara tersangka Irjen Djoko Susilo yang diduga menyalahgunakan ke­we­nang­an­nya selaku Kepala Korlantas Polri 2011 sehingga me­nim­bul­kan kerugian negara atau me­ngun­tungkan orang lain.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menghukum Djoko dengan pidana 18 tahun pen­jara dan denda Rp 1 miliar serta hukuman pengganti Rp 32 miliar. (h/kcm)

Editor: Administrator

Terkini

Kasus Harian Covid-19 RI Hari Ini Bertambah 1.760

Minggu, 26 September 2021 | 17:20 WIB

Anies dan Gibran Saling Puji, Hari Ini Janji Akan Bertemu

Minggu, 26 September 2021 | 13:27 WIB

Status Irjen Napoleon Ditentukan Pekan Depan

Sabtu, 25 September 2021 | 22:20 WIB
X