Presiden Minta Tarif Angkutan Ikut Turun

- Kamis, 31 Maret 2016 | 04:42 WIB

Pemerintah pusat kembali menurunkan harga BBM. Hanya saja, langkah ini tak diikuti sektor lain. Presiden meminta pihak terkait untuk menyesuaikan

PADANG, HALUAN — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar. Penurunan harga tersebut akan mulai berlaku pada 1 April 2016 mulai pukul 00.00 WIB.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, pemerintah tidak akan melepaskan harga BBM sepenuhnya pada mekanisme pasar. Karena itu, tugas pemerintah menjaga agar harga BBM tidak naik ataupun turun terlalu sering.

“Saya ingin sedikit memberikan background bahwa regulasi kita me­minta pemerintah untuk tidak melepas­kan harga BBM sepenuhnya pada mekanisme pasar. Tugas peme­rintah menjaga supaya ada stabilitas, smooth, naik turunnya harga tidak terlalu tinggi,” katanya di Kompleks Istana Kepre­sidenan, Jakarta, Rabu (30/3).

Dia menyebutkan, harga BBM untuk jenis premium dan solar mulai 1 April 2016 akan turun Rp500 per liter. Sementara harga minyak men­tah (kerosen) tidak mengalami peru­bahan harga.

“Kita memutuskan harga pre­mium yang semula Rp6.950 per 1 April menjadi Rp6.450/liter, jadi turun Rp500 per liter. Kemudian minyak solar semula Rp5.650 men­jadi Rp5.150 per liter, minyak tanah tetap dan tidak ada perubahan,” imbuh dia.

Mantan Bos PT Pindad (Persero) ini menegaskan, meski pemerintah konsisten mengevaluasi harga BBM setiap tiga bulan, namun untuk penu­runan harga BBM kali ini akan berla­ku hingga enam bulan ke depan.

Sebab, hal ini mempertim­bang­kan pada Juni dan Juli 2016 akan memasuki bulan puasa dan Le­baran.

“Karena itu mudah-mudahan sampai enam bulan ke depan harga ini bisa kita pertahankan, sehingga masyarakat bisa me­nyusun rencana dengan baik. Dan juga tidak terganggu naik tu­runnya harga BBM yang telalu berfluktuasi,” tutur dia.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Waduh, Vaksin di Daerah Ini Ditunda

Kamis, 29 Juli 2021 | 01:42 WIB

IDI Sebut Baru 50 Dokter Divaksin Booster

Rabu, 28 Juli 2021 | 09:01 WIB
X