Hukuman Penjara Dinilai tak Cukup Bagi Koruptor

Administrator
- Sabtu, 23 April 2016 | 04:00 WIB

JAKARTA, HALUAN  — Hu­kuman penjara saja di­nilai tidak cukup bagi para ter­pidana kasus korupsi. Para koruptor harus juga diberi hukuman lain agar tidak kem­bali mengulangi kejahatannya.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MA­KI) Boyamin Nasution mengatakan ada tiga hu­kuman yang hendaknya dija­tuhkan pada para koruptor. Ketiganya adalah hukuman berat (penjara dalam waktu lama), penyitaan terhadap hartanya, dan pencabutan terhadap hak-hak keper­dataan, terutama hak-hak keperdataan yang me­mung­kinkan mereka untuk kem­bali korupsi.

“Sehingga mereka tidak bisa membentuk PT lagi atau­pun membeli saham. Percuma hukuman penjara saja tidak ngefek, di dalam penjara orang masih bisa berbisnis,” kata Boyamin Jumat (22/4).

Pada Kamis (21/4) ma­lam, terpidana kasus penya­lahgunaan Bantuan Likui­ditas Bank Indonesia (BL­BI) Samadikun Hartono tiba di Tanah Air setelah 13 tahun buron. Menurut Bo­ya­min, 13 tahun merupakan waktu yang terlalu lama untuk menang­kapnya. Dia pun menduga tidak ada niat kuat dari peme­rintahan ter­dahulu untuk menangkap Samadikun.

“Buktinya sekarang bisa menangkap. Kalau saya bo­leh menuduh, malah disuruh pergi kok,” ujarnya.

Apabila pemerintah se­rius mengusut kasus BLBI, maka seharusnya sudah tun­tas sejak dulu.

Jika kasus tersebut tuntas, maka se­harusnya uang negara sudah kembali semua.

“Sekarang, yang dari bank swasta Rp200 triliun baru 25 persen saja yang sudah balik. Sementara yang bank BUMN Rp400 triliun belum ter­sentuh,” kata Bo­yamin. (h/rol)

Editor: Administrator

Terkini

Warga Terdampak Erupsi Semeru Curhat ke Jokowi

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:36 WIB

RUU Ibukota Negara Baru, DPR Bentuk 56 Anggota Pansus

Selasa, 7 Desember 2021 | 17:05 WIB

Kebijakan Pemerintah PPKM Level 3 Batal, Ini Alasannya

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:59 WIB
X