Persiapan Ibadah Haji Tahun 2022, Komisi VIII DPR Segera Bentuk Panja

- Jumat, 26 November 2021 | 08:18 WIB
Persiapan Ibadah Haji Tahun 2022, Komisi VIII DPR Segera Bentuk Panja
Persiapan Ibadah Haji Tahun 2022, Komisi VIII DPR Segera Bentuk Panja

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Komisi VIII DPR RI segera membentuk Panitia Kerja (Panja) Haji dalam mempersiapkan pemberangkatan calon jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci pada tahun 2022.

Anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Azis optimis, Indonesia bisa memberangkatkan jamaah haji Indonesia pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2022.

"Insya Allah di tahun 2022 terlaksana ibadah haji. Mari kita doakan agar calon jamaah haji kita bisa berangkat," kata politisi Partai Golkar itu dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema "Menanti Kepastian Pemberangkatan Jamaah Haji dan Umroh Indonesia", di Media Center DPR, Kamis (25/11/2021) sore.

Dalam rangka mempersiapkan pemberangkatan calon jamaah haji Indonesia itu, Komisi VIII DPR juga akan  membentuk Panja Haji atau BPIH.

"Insyaa Allah, Komisi VIII pada bulan Desember ini atau setidaknya pada awal-awal Januari akan membentuk Panja BPIH atau Panja Haji. Sebab, untuk pelaksanaan itu tentu ada suatu kerjasama antara pemerintah dengan DPR, khususnya komisi VIII," jelasnya.

Panja Haji akan melakukan kunjungan untuk melihat kesiapan-kesiapan pemerintah, baik dalam transportasi di Indonesia, penerbangan dan transportasi selama di Tanah Suci serta kesiapan hotel tempat penginapan para jamaah. Selain itu juga akan dibahas soal biaya.

"Kami sekarang belum bisa memastikan apakah akan naik atau tidak. Tetapi yang jelas, berharap kepada pemerintah dan BPKH supaya nanti ongkos haji tahun 2022 ini tidak naik. Kalaupun naik tidaklah dengan jumlah yang signifikan," kata John Kenedy Azis.

Anggota Komisi VIII dari PKB Maman Imanulhaq meminta Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri melakukan sinkronisasi terkait terkait persyaratan bagi calon jamaah yang ditentukan Arab Saudi. Seperti penggunaan vaksin Covid-19.

"Arab Saudi sudah menerima vaksin Sinovac, tetapi dia minta vaksin ketiga atau booster dengan vaksin standar mereka, yaitu Johnson Johnson, Pfizer, Moderna dan Astrazeneca. Kalau itu belum maka gak bisa. Itu dulu sinkronisasinya," kata Maman.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Tags

Terkini

Industri Nasional Terus Ciptakan Teknologi Baru

Rabu, 1 Desember 2021 | 21:25 WIB
X