Densus 88 Temukan Sasana Beladiri, Dilatih Kombatan JI

- Jumat, 26 November 2021 | 13:10 WIB
Densus 88 Antiteror Polri menangkap 37 terduga teroris. Operasi penindakan itu berlangsung selama dua hari, sejak Kamis 12 hingga Sabtu 14 Agustus 2021. (Foto/SINDOnews/Ilustrasi)
Densus 88 Antiteror Polri menangkap 37 terduga teroris. Operasi penindakan itu berlangsung selama dua hari, sejak Kamis 12 hingga Sabtu 14 Agustus 2021. (Foto/SINDOnews/Ilustrasi)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menemukan Sasana Beladiri yang melatih kader Jamaah Islamiyah (JI) agar memiliki kemampuan bertarung.

Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan kader tersebut dilatih oleh mantan kombatan-kombatan JI yang telah dikirim ke Afghanistan atau negara-negara konflik lain sehingga memiliki bekal kemampuan bertempur.

Baca Juga: Tanpa Intimidasi, Densus 88 Tegaskan Farid Okbah Cs dalam Kondisi Baik

Kelompok pelatihan bela diri tersebut sulit dibedakan dengan tempat pelatihan lain yang lazim berada di masyarakat. Hal tersebut yang membuat Densus memerlukan waktu untuk mendalami sistem pendanaan keperluan jaringan JI saat ini.

"Bentuknya seperti kelompok bela diri seperti pelatihan-pelatihan seperti itu dengan kelompok pencak silat biasa. Kan susah kita bedakan dengan perguruan-perguruan kayak pencak silat yang ada di masyarakat gitu," terangnya dikutip dari Okezone.com, Jumat (26/11/2021).

Baca Juga: Jazilul Fawaid Minta Densus 88 Bongkar Seluruh Jejaring Teroris di Indonesia

Selain itu, Densus 88 Antiteror Polri juga menemukan aliran dana kelompok JI ke tempat pelatihan fisik dan beladiri anggotanya melalui perguruan-perguruan formal yang memiliki legalitas.

"Densus juga menemukan ada aliran dana ke sebuah kelompok yang disebut dengan sasana yang kegiatannya latihan-latihan fisik, beladiri kemudian terungkap ternyata itu adalah bagian atau afiliasi untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk membekali kader-kadernya dengan kemampuan untuk melawan petugas," lanjutnya.

Menurut Aswin, JI memiliki sistem pendanaan yang rapih jika dibandingkan dengan jaringan teroris lain. Sehingga, Densus melakukan penyidikan jangka panjang untuk dapat memutus aliran dana yang menjadi penghidupan organisasi terlarang itu.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

Pemerintah Imbau Masyarakat Waspada Varian Omicron

Kamis, 9 Desember 2021 | 19:15 WIB

Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru 43 Orang

Kamis, 9 Desember 2021 | 18:07 WIB

Ternyata Sudah 14 Tahun Gunung Kerinci Level Waspada

Kamis, 9 Desember 2021 | 14:50 WIB

Daihatsu Ramaikan Pameran GIIAS 2021 di Surabaya

Kamis, 9 Desember 2021 | 14:15 WIB
X