Duh! 28% Minyak Goreng Curah di Pasaran Berasal dari Daur Ulang Jelantah

- Jumat, 26 November 2021 | 13:29 WIB
Ilustrasi minyak goreng
Ilustrasi minyak goreng

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Minyak goreng curah yang beredar di pasar tradisional ternyata berasal dari jelantah atau minyak goreng bekas pakai. Hanya saja, minyak jelantah itu diolah kembali dan dijual dalam bentuk minyak goreng curah.

"Menurut pandangan kami, minyak goreng yang beredar dalam bentuk curah itu 25%-28% asalnya dari jelantah yang diolah kembali," ungkap Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga dikutip dari MNC Portal Indonesia melalui Okezone.com, Jumat (26/11/2021).

Baca Juga: Mulai 1 Januari 2022, Pemerintah Stop Edarkan Minyak Goreng Curah ke Pasar

Dia menjelaskan, menurut penelitian dari beberapa negara, minyak goreng curah itu dilarang di beberapa negara karena menyebabkan penyakit.

"Makanya saya bilang, stop aja," tegas Sahat.

Dengan demikian, lanjutnya, GIMNI menyambut baik pelarangan minyak goreng curah mulai 1 Januari 2022. Bahkan pihaknya telah menanti keputusan itu sejak 11 tahun terakhir.

Baca Juga: Johan Rosihan Desak Pemerintah Ambil Kebijakan untuk Kendalikan Harga Minyak Goreng

Sejak 2010 hingga 2021, sudah banyak pelaku industri yang tergabung dalam GIMNI telah melakukan investasi miliaran Rupiah untuk mesin packing. Namun mesin tersebut belum dapat digunakan dengan optimal sampai saat ini. Tapi ketetapan penyetopan belum kunjung terealisasi.

"(Selama ini) maju mundur terus. Investasi ini bermiliar-miliar tapi enggak pernah dipakai. 11 tahun loh kami nunggu. Anggota kami sudah jenuh. Sampai akhirnya Juni 2021 kemarin kami minta kepastian jangan mundur lagi dan bisa terealisasi pada 1 Januari 2022," ujarnya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

X