Butuh Kesadaran Kolektif Masyarakat untuk Siaga Bencana Alam Saat Pandemi

- Sabtu, 27 November 2021 | 10:35 WIB
Ilustrasi (Foto: ANTARA)
Ilustrasi (Foto: ANTARA)



JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Bencana alam yang datang saat pandemi membutuhkan kewaspadaan khusus. Hal ini dikarenakan lokasi pengungsian dan tindakan penyelamatan dapat berpotensi menjadi titik penularan COVID-19 apabila tidak disertai protokol kesehatan. Kerja sama semua pihak juga kesadaran kolektif masyarakat juga diperlukan, agar dampak bencana alam dapat ditekan.

Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah menjelaskan bahwa selain bencana alam saat cuaca ekstrim, di wilayahnya juga terdapat risiko bencana industri karena Bojonegoro adalah penghasil migas.

Anna menjelaskan bahwa terkait bencana alam, angka kejadian terus berkurang hingga tahun ini. Namun demikian, upaya mitigasi juga sosialisasi tetap digencarkan. Langkah mitigasi dimaksud, diupayakan pemerintah daerah melalui koordinasi erat dengan pihak-pihak terkait.

Sedangkan sosialisasi, kata Anna, adalah suatu keharusan agar masyarakat selalu sadar dan peduli dengan perubahan di lingkungannya. Dengan data yang sudah saling terhubung, sosialisasi juga dapat dijalankan melalui media digital dan media sosial.

“Dengan kita siaga, selalu melakukan pengecekan, sosialisasi, simulasi, maka masyarakat akan tenang (tidak panik) dan ikut bersiaga,” ujar Anna dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/11/2021).

Regulasi tentang santunan bencana juga disiapkan, sebagai salah satu solusi pemulihan bagi
masyarakat terdampak.

“Kebencanaan pasti ada, karena berbagai perubahan iklim dan kendala di lapangan. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan kesiapsiagaan, mitigasi dini untuk dapat mencegah korban, terutama korban jiwa,” tegas Anna.

Sumatera Selatan (Sumsel) juga merupakan salah satu wilayah yang rawan bencana alam. Hal ini disebutkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumsel, Achmad Rizwan pada kesempatan yang sama. Bencana alam tersebut berupa kebakaran lahan dan hutan, juga banjir dan tanah longsor yang dapat terjadi hampir setiap tahun.

Seperti halnya Bojonegoro, upaya mitigasi sudah selalu dipersiapkan, di antaranya pemanfaatkan teknologi aplikasi guna mengatasi bencana secara dini, pembuatan tanggul penahan air, juga penyiapan posko-posko, alat berat, juga jembatan darurat di titik rawan bencana.

Ia tidak memungkiri, bahwa bencana alam dalam situasi pandemi memunculkan tantangan tersendiri. Karena itu, selain kesiapsiagaan bencana, pihaknya selalu melakukan sosialisasi terkait COVID-19 dan penerapan protokol kesehatan, meskipun saat ini situasi pandemi di wilayahnya sangat landai.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Rilis

Tags

Terkini

Tjahjo Kumolo: Tahun ini Pemerintah Tak Terima CPNS

Rabu, 19 Januari 2022 | 20:05 WIB

Kemenag akan Gelar Pospenas ke-9 di Makassar

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
X