Ekonomi Digital Jadi Penyelamat Selama Pandemi, Selanjutnya Apa?

- Senin, 29 November 2021 | 16:45 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin melesat dengan disokong oleh pengembangan teknologi. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi digital Tanah Air yang positif selama pandemi. Teknologi pun bisa menjadi solusi mendorong berbagai sektor penting, salah satunya pertanian.

Saat ini, pertumbuhan yang signifikan memang terlihat, misalnya, dari transaksi uang elektronik yang terus melambung. Akselerasi pertumbuhan dari teknologi ini pun dinilai dapat mempercepat proses pemulihan bagi industri.

Baca Juga: Keren! SD di Karimun Ini Punya Perpustakaan Digital

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan mencapai 4,7% hingga 5,5%, dari 3,2% hingga 4,0% pada tahun 2021. Proyeksi ini mungkin terjadi melihat perbaikan ekonomi global yang turut mendorong konsumsi dan investasi.

Bank Indonesia juga memperkirakan transaksi e-commerce pada tahun 2022 mencapai Rp530 triliun. Perkembangan ekonomi dinilai akan ditopang oleh keuangan digital yang saat ini semakin meningkat. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi tahun 2021 yang mencapai Rp403 triliun.

Baca Juga: Mengenal Jetty Maynur, Sosok di Balik Kelas Digital dan Lingkungan Belajar Menyenangkan di Madrasah

Bank Indonesia juga memproyeksikan transaksi uang elektronik akan mencapai Rp 337 triliun naik dari proyeksi tahun 2021 yang mencapai Rp 289 triliun. Transaksi perbankan digital tahun depan diprediksi meningkat cukup signifikan hingga sekitar 20% seiring perkembangan teknologi yang pesat di Tanah Air.

Selanjutnya, transaksi digital banking akan mencapai Rp 40.000 triliun rupiah pada 2021 dan meningkat menjadi Rp 48.000 triliun rupiah pada 2022. Hal tersebut didukung oleh akselerasi pembangunan infrastruktur keuangan yaitu QRIS, SNAP dan BI-FAST yang akan diperluas untuk semua bank dalam melayani transaksi nasabah.

Literasi keuangan masyarakat

Meski melaju positif, masyarakat perlu menyadari pentingnya literasi keuangan. Apalagi, era digital telah mengubah wajah dunia, termasuk soal berinvestasi. Masyarakat perlu juga mengetahui cara berinvestasi yang cerdas dengan memanfaatkan teknologi digital.

Hal itu juga diamini oleh CEO Bibit.id Sigit Kouwagam. Dia menyebut, pekerjaan rumah dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat masih jauh dari kata selesai. Pasalnya, hasil Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) pada 2019 lalu, indeks literasi keuangan di Indonesia masih berada di kisaran 38%.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Keren! Rumah Tahfiz Kini Hadir di Mesir

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:30 WIB

Omicron Versi Terbaru Sudah Ditemukan, Lebih Ganas?

Selasa, 25 Januari 2022 | 19:30 WIB
X