Dedi Mulyadi Terima Keluhan Masyarakat Adat Dayak Kalteng Soal Makam Leluhur dan Hutan Jadi Kebun Sawit

- Rabu, 1 Desember 2021 | 09:52 WIB
Perwakilan masyarakat adat suku Dayak dari sejumlah desa di Kalimantan Tengah menuntut keadilan atas hilangnya hak dan makan leluhur yang kini dikelola oleh para pengusaha perkebunan sawit.
Perwakilan masyarakat adat suku Dayak dari sejumlah desa di Kalimantan Tengah menuntut keadilan atas hilangnya hak dan makan leluhur yang kini dikelola oleh para pengusaha perkebunan sawit.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Perwakilan masyarakat adat suku Dayak dari sejumlah desa di Kalimantan Tengah menuntut keadilan atas hilangnya hak dan makan leluhur yang kini dikelola oleh para pengusaha perkebunan sawit.

Dalam penjelasannya warga mempertanyakan kewajiban perusahaan yakni PT Sungai Ragit dan PT Cipta Tani Kumai Sejahtera untuk menyediakan 20 persen lahan plasma. Selama ini lahan plasma tersebut malah dinikmati oleh para transmigran.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Sebut Curah Hujan Bukan Penyebab Utama Banjir Sintang

Dua perusahaan tersebut meliputi lima masyarakat adat yang berkedudukan di Desa Telukbayur, Desa Derawa, Desa Duriankait, Desa Tanggabatu dan Desa Sukaraja.

Selain soal lahan plasma, perwakilan dari Desa Sukaraja mengeluhan mengenai kerusakan makam leluhur. Selain itu sejumlah pohon keramat seperti pohon buah besar dan beringin kini telah hilang.

Baca Juga: Akan Dilaporkan Ormas Imbas Bersihkan Pasar ke MKD, Dedi Mulyadi: Kehormatan DPR Apa yang Saya Ciderai?

“Kami belum mendapat keadilan, semua makam keramat adat dayak Sukaraja hilang. Bahkan ada salah satu pohon sawit itu ditanam di atas makan,” ujarnya.

Para perwakilan yang datang ke DPR RI itu meminta Komisi IV segera menindak lanjuti keluhan tersebut. Masyarakat meminta keadilan mulai dari lahan plasma dan kelestarian hutan adat yang kini telah berubah menjadi perkebunan sawit.

Menanggapi hal itu Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menilai seharusnya setiap regulasi perkebunan atau pertambangan terutama di areal hutan harus memiliki efek yang kuat bagi masyarakat sekitar.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

1,4 Juta Vaksin AstraZeneca Kembali Tiba di Tanah Air

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:15 WIB

6 Kebijakan Ketat PLN, Cegah Penyebaran Covid-19

Kamis, 20 Januari 2022 | 10:23 WIB

Tjahjo Kumolo: Tahun ini Pemerintah Tak Terima CPNS

Rabu, 19 Januari 2022 | 20:05 WIB
X