Kemenperin Perkuat Jalinan Kerja Sama untuk Cetak SDM Industri Unggul

- Kamis, 2 Desember 2021 | 21:20 WIB
Kemenperin Perkuat Jalinan Kerja Sama untuk Cetak SDM Industri Unggul
Kemenperin Perkuat Jalinan Kerja Sama untuk Cetak SDM Industri Unggul

Kepala BPSDMI Kemenperin, Arus Gunawan menyampaikan, selama ini pihaknya telah berkolaborasi baik dengan institusi dari dalam maupun luar negeri seperti dari Swiss, Jerman, Singapura, Australia, Taiwan, dan Jerman. “Dari program kerja sama tersebut, BPSDMI telah bermitra dengan setidaknya 5.678 industri dan badan usaha dalam memenuhi kebutuhan industri,” papar Arus.

 

Dalam rangkaian agenda tersebut, BPSDMI juga melakukan penandatanganan MoU dengan AOTS Jepang tentang Training Program for Infrastructure Human Resources Development of Manufacturing Industry in Indonesia dan penandatanganan MoU dengan PT Kawan Lama Sejahtera tentang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Penandatanganan kedua MoU tersebut menunjukan upaya sinergi dan komitmen Kemenperin dengan pemangku kepentingan, baik dalam dan luar negeri untuk mengakselarasi pemenuhan SDM Industri Indonesia.

 

Konselor Kerja Sama Pembangunan Kedutaan Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia Sabine Schmidt menyatakan, kerja sama antara Indonesia-Jerman untuk bidang pendidikan dan pelatihan vokasi telah terjalin dengan sangat baik sejak beberapa tahun yang lalu. “Kami merasa terhormat menjadi mitra pembangunan yang penting bagi Indonesia di bidang ini dan berkomitmen untuk terus mendukung Indonesia dalam upaya memperkuat dan merevitalisasi sistem pendidikan dan pelatihan vokasi, serta mendorong partisipasi aktif industri dalam pelaksanaan Technical and Vocational Education and Training (TVET) sehari-hari,” ujarnya.

 

Dalam Pekan Pendidikan Vokasi,Kemenperin juga memberikan apresiasi kepada sembilan perusahaan “champion” yang menerapkan best practice dalam pengembangan vokasi di Indonesia. Kesembilan perusahaan “champion” yang telah aktif berpartisipasi dalam program-program vokasi industri dan pemanfaatan insentif Super Tax Deduction tersebut adalah PT. Komatsu Indonesia, PT.Yogya Presisi Teknikatama Industri, PT. Indocement Tunggal Prakasa, PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Niramas Utama, PT. Hartono Istana Teknologi, PT. Astra Honda Motor, PT. Sanken Agradwija, dan PT. Sanghiang Perkasa.

 

“Diharapkan, best practice yang dilakukan oleh perusahaan champion tersebut dapat menjadi model kemitraan unit pendidikan dan industri dan dimultiplikasikan ke banyak perusahaan lainnya di Indonesia,” pungkas Kepala BPSDMI Kemenperin. (*)

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: kemenperin.go.id

Tags

Terkini

X