WBA Electric Utilities Benchmark 2021, PLN Teratas di Asia Tenggara dan Selatan

- Jumat, 3 Desember 2021 | 08:13 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - PT PLN (Persero) menempati peringkat teratas di Asia Tenggara dan Selatan sebagai perusahaan yang melakukan transisi rendah karbon. Hasil tersebut disampaikan pada acara launching the Electric Utilities Benchmark yang dilaksanakan secara daring, Rabu (1/12).

The WBA Electric Utilities Benchmark 2021 menyajikan peringkat 50 perusahaan listrik dunia berdasarkan penilaian terhadap komitmen menekan emisi karbon.

Baca Juga: Kendaraan Listrik Bisa Tekan Impor Minyak, PLN Harapkan Insentif Seperti Mobil BBM

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Agung Murdifi mengatakan pemeringkatan ini memberikan semangat tambahan untuk PLN dalam melakukan transformasi dan mengejar target Carbon Neutral 2060.

"Dalam jangka pendek, kita bisa melihat RUPTL 2021 - 2030. Hal ini menjadi komitmen kami mendorong pengembangan energi baru terbarukan," ujarnya.

Baca Juga: Jelang PROPER, Teknologi Ramah Lingkungan PLTU PLN Sabet Penghargaan

Ajang WBA Electric Utilities Benchmark 2021, PLN menempati peringkat ke-30, di atas perusahaan-perusahaan listrik di Asia Tenggara. WBA Electric Utilities Benchmark 2021 menggunakan metodologi pendekatan Transisi Rendah Karbon (ACT) seperti TNB (Malaysia) dan EGAT (Thailand).

ACT menilai kesiapan perusahaan dalam bertransisi ke ekonomi rendah karbon. Tujuannya, untuk mendorong perusahaan menjaga perubahan suhu sebesar 1,5 °C, yang dilihat dari model bisnis, investasi, operasi, dan manajemen emisi gas rumah kaca.

ACT dibangun di atas Pendekatan Dekarbonisasi Sektoral (SDA), yang dikembangkan oleh Science-Based Targets Initiative (SBTi), untuk membandingkan keselarasan perusahaan dengan jalur rendah karbon.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Ketua DPD RI Dukung Jatim Jadi Tuan Rumah PON 2028

Rabu, 26 Januari 2022 | 22:02 WIB

Ini Ancaman 'Ngeri' Jika Tak Bayar Pinjol

Rabu, 26 Januari 2022 | 21:50 WIB

Kenapa? 2023 Ratusan Ribu Guru Terancam Nganggur

Rabu, 26 Januari 2022 | 20:25 WIB
X