PVMBG: Status Gunung Semeru Masih Level II atau Waspada

- Minggu, 5 Desember 2021 | 07:33 WIB
Erupsi Gunung Semeru
Erupsi Gunung Semeru

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, serta potensi ancaman bahayanya, tingkat aktivitas Gunung Semeru dinilai masih pada level II atau waspada, walaupun aktivitasnya meningkat.

"Pengamatan visual menunjukkan pemunculan guguran dan awan panas guguran diakibatkan oleh ketidakstabilan endapan lidah lava," kata Koordinator Kelompok Mitigasi Gunung Api Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kristianto dikuti dari Okezone.com, Minggu (5/12/2021).

Baca Juga: Hampir Semua Rumah di Satu Dusun Hancur Akibat Letusan Gunung Semeru

Menurutnya, aktivitas yang terjadi pada tanggal 1 dan 4 Desember merupakan aktivitas permukaan (erupsi sekunder) dan dari kegempaan tidak menunjukkan adanya kenaikan jumlah dan jenis gempa yang berasosiasi dengan suplai magma/batuan segar ke permukaan.

"Jumlah dan jenis gempa yang terekam selama 1 hingga 30 November 2021 didominasi oleh gempa-gempa permukaan berupa gempa letusan dengan rata-rata 50 kejadian per hari," tuturnya.

Baca Juga: 1 Orang Dilaporkan Tewas dan 2 Ibu Hamil Tua Terjebak Erupsi Gunung Semeru

Gempa guguran pada 1 dan 3 Desember 2021, masing-masing 4 kali kejadian. Gempa-gempa vulkanik (gempa vulkanik dalam, vulkanik dangkal, dan tremor) yang mengindikasikan kenaikan magma ke permukaan terekam dengan jumlah sangat rendah.

Pada 4 Desember 2021 mulai pukul 13.30 WIB terekam getaran banjir, kemudian pada pukul 14.50 WIB teramati awan panas guguran dengan jarak luncur 4 kilometer dari puncak atau 2 kilometer dari ujung aliran lava ke arah tenggara (Besuk Kobokan), tetapi hingga saat ini sebaran dan jarak luncur detail belum dapat dipastikan.

"Potensi ancaman bahaya erupsi Gunung Semeru berupa lontaran batuan pijar di sekitar puncak, sedangkan material lontaran berukuran abu dapat tersebar lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin," katanya. (*)

Editor: Milna Miana

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

Ini Deretan Negara yang Pernah Jajah Indonesia

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:30 WIB

Indonesia Kembali Terima Donasi Vaksin dari Covax

Minggu, 23 Januari 2022 | 14:30 WIB

RI Catatkan 2 Kasus Meninggal Akibat Omicron

Sabtu, 22 Januari 2022 | 22:07 WIB
X