Pemerintah Imbau Masyarakat Waspada Varian Omicron

- Kamis, 9 Desember 2021 | 19:15 WIB
Ilustrasi omicron
Ilustrasi omicron

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Beberapa waktu lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan varian virus corona baru Omicron sebagai varian yang menjadi perhatian. Sejumlah negara di Eropa sudah tersebar oleh varian baru ini.

Menurut para ilmuwan virus Omicron memiliki jumlah mutasi yang sangat tinggi. Bukti awal menunjukkan bahwa orang yang sebelumnya pulih dari COVID-19 mungkin memiliki risiko infeksi ulang yang lebih tinggi dengan Omicron dibandingkan dengan varian sebelumnya, menurut pernyataan dari WHO.

Baca Juga: Ingin Traveling di Tengah Penyebaran Omicron? Simak Dulu Ulasan Ini

Para ahli mengatakan kemungkinan vaksin akan kurang efektif karena mutasi ini. Namun ada kabar baik dengan adanya varian virus baru tersebut.

Direktur Keadaan Darurat WHO, Michael Ryan, mengatakan saat ini vaksin Covid-19 yang beredar seharusnya melindungi para warga dari gejala buruk yang ditimbulkan dari infeksi. Maka itu ia menghimbau agar warga mau untuk menerima vaksin demi memberikan proteksi dari varian ini.

Baca Juga: Ahli Duga Omicron Sudah Masuk Indonesia, Sudah Terjadi Selama 2 Pekan

"Kami memiliki vaksin yang sangat efektif yang telah terbukti efektif melawan semua varian sejauh ini, dalam hal penyakit parah dan rawat inap, dan tidak ada alasan untuk berharap bahwa itu tidak akan terjadi untuk Omicron," ujarnya.

Varian Omicron sendiri telah dimasukkan sebagai 'variant of concern' oleh WHO. Varian itu awalnya merebak luas di Botswana dan Afrika Selatan.

Hingga saat ini, WHO masih melakukan penelitian lanjutan mengenai virus itu, terutama mengenai kemampuan virus itu dalam melawan imun yang dibuat oleh vaksin Covid-19 biasa. Omicron sudah terdeteksi di 50 negara, di mana Nepal, Rusia, Fiji dan Argentina menjadi empat negara terbaru yang melaporkan.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

X