Korupsi Marak di Sektor Energi, Mulyanto: Pemerintah Jangan Tutup Mata

- Kamis, 9 Desember 2021 | 17:20 WIB
Wakil Ketua FPKS DPR RI Mulyanto
Wakil Ketua FPKS DPR RI Mulyanto

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto minta pemerintah bersikap tegas dalam memberantas korupsi, terutama di sektor energi.

Mulyanto menengarai praktik korupsi di sektor energi sudah cukup menggurita dan menjadi mafia. Karena itu perlu sikap tegas dan komitmen pemerintah untuk memberantasnya. 

Baca Juga: Sebut Krakatau Steel akan Bangkrut, Mulyanto: Erick Thohir Jangan Lebay

"Korupsi di sektor manapun sangat merugikan masyarakat karena itu harus diberantas. Namun, korupsi di sektor energi ini harus lebih diperhatikan, karena sektor ini memberi dampak yang besar bagi jalannya roda pembangunan nasional," ujar Mulyanto dalam pernyataan berkaitan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Kamis (9/12/2021).

Mulyanto menengarai lahan korupsi di sektor energi sangat luas. Mulai dari pembentukan regulasi, pemberian izin, ekspor-impor komoditas, pengadaan barang dan jasa proyek energi dan lain-lain.

Baca Juga: Transformasi LPG ke DME, Mulyanto: Pemerintah Jangan Kalah dengan Mafia

Menurut mulyanto, dampak korupsi di sektor ini sangat merugikan masyarakat. Akibatnya biaya produksi energi lebih tinggi, subsidi membengkak dan ujung-ujungnya defisit transaksi berjalan terus melebar.

"Karena adanya korupsi, harga BBM, listrik, gas dan lainnya jadi lebih mahal. Padahal di negara-negara tetangga, harga kebutuhan dasar tersebut lebih murah dan kualitasnya lebih baik," tandas Mulyanto.

Dia mengutip hasil survei LSI 2021 tentang korupsi di sektor pengelolaan sumber daya alam (SDA). Diketahui bahwa 60 persen responden menyatakan dalam dua tahun belakangan praktik korupsi meningkat.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

Benarkah CPNS 2023 Sudah Tidak Ada Lagi?

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:35 WIB

Lombok Diguncang Gempa Berkekuatan 4,6 Magnitudo

Selasa, 25 Januari 2022 | 09:20 WIB

Panglima TNI: Pola Pengamanan di Papua Lebih Natural

Selasa, 25 Januari 2022 | 02:11 WIB

Menkes: Omicron di Indonesia Sudah Capai 1.600 Kasus

Senin, 24 Januari 2022 | 19:40 WIB
X