Ribuan Milenial Minta Pemerintah dan Partai Politik Tingkatkan Partisipasi dalam Kebijakan Publik

- Rabu, 15 Desember 2021 | 07:55 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Generasi muda disebut sebagai motor penting penggerak pembangunan nasional, tetapi selama ini pelibatannya dalam proses kebijakan publik masih terbatas. Padahal, 80 juta penduduk Indonesia berusia 17-35 tahun dan akan membentuk setengah jumlah pemilih pada Pemilu 2024 nanti. Untuk itu, platform kebijakan publik di Indonesia, Think Policy, hadirkan festival kebijakan publik Policy Fest sebagai ruang strategis dorong kapasitas dan partisipasi publik dalam kebijakan publik. 

Andhyta F. Utami, CEO dan Co-Founder Think Policy menjelaskan kalau Bung Karno bilang berikan aku 10 pemuda, tidak cukup hanya 10 pemuda saja, tetapi pemudanya juga harus berdaya dan berhimpun. Think Policy percaya orang muda berdaya dan berhimpun tidak hanya ingin mengguncang dunia, tetapi mampu selesaikan berbagai masalah sosial di sekitar.

Baca Juga: Sering Digunakan di Media Sosial, Apa Itu Istilah Jamet?

"Tantangan pemuda abad 21 ini adalah tantangan baru yang belum dihadapi generasi sebelumnya. Untuk itu berangkat dari pengalaman Think Policy dalam 3 tahun terakhir ini berinteraksi dengan pembuat kebijakan hingga komunitas pegiat kebijakan, Policy Fest ini kami hadirkan untuk mendorong ruang-ruang kolaborasi ini lebih terbuka lebar melalui kegiatan Academy, Community, dan Insight yang kami tawarkan," katanya.

Baca Juga: Tembus 50%, Penduduk Usia Kerja Sumbar Didominasi Milenial

Diselenggarakan secara virtual pada 11-12 Desember 2021, Policy Fest hadirkan ribuan pegiat kebijakan publik seperti pembuat kebijakan dan profesional muda dari sektor publik (ASN), swasta, bahkan politisi lintas partai berkumpul belajar bersama-sama mengenai urgensi kebijakan publik dalam kehidupan sehari-hari di tengah tuntutan Indonesia menuju negara maju pada 100 tahun Indonesia merdeka. 

Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Guru Besar Universitas Indonesia dan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Republik Indonesia Periode 2019-2021 dalam pembukaan acara Policy Fest menjelaskan ketika berbicara visi Indonesia 2045 atau Indonesia Emas 2045, kita tahu ketika negara menginjak 100 tahun kemerdekaan akan banyak pertanyaan apakah negara tersebut sudah berhasil memenuhi sebagian besar harapan masyarakat.

"Ketika membicarakan bagaimana transformasi kebijakan publik yang menjadikan indonesia naik kelas ke negara maju berpendapatan tinggi, mau tidak mau akan melibatkan generasi muda yang diharapkan menjadi pilar transformasi agar negara kita bisa keluar dari jebakan kelas menengah. Dengan Policy Fest, mudah-mudahan generasi muda punya perspektif kebijakan publik dengan cita-cita negara kita menjadi negara maju, berdaulat, adil dan makmur," katanya.

Untuk memfasilitasi budaya town hall bersama pembuat kebijakan, Policy Fest juga mengangkat metode diskusi menarik seperti Pleno Partai bersama partai politik, dan Ruang Tengah untuk ruang aspirasi kebijakan langsung, yang bebas beropini tanpa terbebani identitas maupun afiliasi. Policy Fest mengangkat berbagai macam isu seperti pembangunan rendah karbon, sistem pendidikan Indonesia, kelompok disabilitas dan perlindungan sosial, kekerasan seksual, hingga teknologi dan kejahatan siber. 

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Airlangga Tegaskan KIB Belum Bahas Capres 2024

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:34 WIB

Airlangga: KIB Dibentuk untuk Pemilu Presiden

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:29 WIB
X